
KABARJAWA– Suasana ruang perawatan RSUP Dr Sardjito sore itu mendadak berubah haru. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Aria Nugrahadi, hadir secara langsung untuk menjenguk para korban aksi demo di Mapolda DIY pada Minggu (31/8) malam. Lima korban yang masih menjalani perawatan mendapatkan perhatian penuh dari Pemda DIY.
Aria datang tidak sendirian. Ia didampingi jajaran pejabat strategis Pemda DIY, di antaranya Kepala BPKA DIY Wiyos Santoso, Kepala Bapperida DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas PMK2PS DIY KPH Yudanegara, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, serta Kepala Dispertaru DIY Adi Bayu Kristanto.
Kunjungan Aria bertepatan dengan kedatangan Bupati Sleman Harda Kiswaya, yang juga ingin memastikan kondisi kesehatan warganya. Momen itu menandai kolaborasi erat antara Pemda DIY dan Pemkab Sleman dalam memberikan pendampingan serta pemulihan bagi korban.
Pemda DIY Pastikan Semua Korban Terjamin Biayanya
Usai menjenguk korban, Aria menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah. Ia ingin memastikan kondisi korban membaik sekaligus memberi dukungan moral kepada keluarga.
“Kami ingin melihat langsung kondisi mereka. Alhamdulillah, semua korban dalam proses pemulihan. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materil,” ujar Aria.
Sementara itu, KPH Yudanegara menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan korban menjadi tanggungan pemerintah. Ia menekankan kerja sama antara Pemda DIY dan Pemkab Sleman dalam meringankan beban korban dan keluarganya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati Sleman. Para korban tidak perlu khawatir soal biaya. Pemda DIY dan Pemkab Sleman yang akan menanggung seluruh kebutuhan kesehatan mereka,” tegasnya.
KPH Yudanegara juga meminta agar para korban fokus pada proses penyembuhan. Ia berharap semangat mereka tidak padam, meski sempat mengalami luka akibat kericuhan. Menurutnya, penting sekarang, saudara-para korban harus fokus untuk sembuh.
Semoga mereka segera pulang dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” tuturnya.
Hingga saat ini, tercatat lima korban masih berada di RSUP Dr Sardjito, sementara korban lain sudah boleh pulang karena kondisinya membaik.
Kunjungan langsung dari pejabat daerah membawa rasa tenang bagi keluarga korban. Kehadiran Aria dan jajaran memberi pesan kuat bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi peristiwa ini.
Dukungan penuh yang diberikan diharapkan mampu mempercepat pemulihan para korban, sekaligus meredakan luka psikologis yang mereka alami. (ef linangkung)