
KabarJawa.com– Kabut pagi masih menggantung di atas hamparan Tanah Kas Desa (TKD) Padukuhan Ngringin, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Di balik barisan tanaman merambat yang terawat rapi, buah-buah melon sekusi tampak menggantung sempurna. Warna kulitnya mengilap, ukurannya seragam, dan aromanya mulai tercium kuat.
Inilah penanda sebuah momen penting: panen perdana melon sekusi Kalurahan Semanu siap digelar pada awal Januari 2026.
Pemerintah Kalurahan Semanu secara resmi menjadwalkan panen perdana melon sekusi pada Sabtu dan Minggu, 3–4 Januari 2026, dengan konsep petik langsung dari kebun oleh pembeli.
Pemerintah kalurahan memanfaatkan momentum ini tidak sekadar sebagai panen hasil pertanian, tetapi juga sebagai simbol keberhasilan optimalisasi Tanah Kas Desa melalui dukungan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Optimalisasi TKD jadi Titik Awal Perubahan
Pemerintah Kalurahan Semanu memulai program budidaya melon sekusi melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Optimalisasi TKD.
Program ini menempatkan lahan TKD Padukuhan Ngringin sebagai pusat pengembangan pertanian bernilai ekonomi tinggi.
Pemerintah desa secara sadar memilih melon sekusi karena pasar yang luas, nilai jual yang stabil, serta daya tariknya sebagai komoditas wisata petik buah.
Carik Kalurahan Semanu, Suhartanta, menjelaskan bahwa seluruh proses budidaya berjalan terencana sejak awal. Tim pengelola melaksanakan penanaman, pemeliharaan, hingga polinasi bunga melon yang dimulai sejak 30 November 2025.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses penanaman dan perawatan yang cukup panjang, melon sekusi di lahan TKD Padukuhan Ngringin kini siap panen. Pemerintah kalurahan akan menggelar panen perdana pada tanggal 3 dan 4 Januari 2026 dengan konsep petik langsung oleh pembeli,” ujar Suhartanta, Kamis (1/1/2026).
Lalu, pemerintah Kalurahan Semanu tidak berjalan sendiri dalam mengelola lahan melon sekusi.
Pemerintah desa menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Nyawiji dan kelompok Petani Muda Milenial Padukuhan Ngringin sebagai motor penggerak utama di lapangan.
Kolaborasi ini menciptakan suasana kerja yang dinamis. Para anggota KWT mengatur perawatan tanaman dengan telaten, sementara petani muda mengaplikasikan teknik budidaya yang lebih modern dan efisien.
Sinergi ini menghadirkan wajah baru pertanian desa yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Pemerintah kalurahan menargetkan program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas TKD, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat peran perempuan dan generasi muda di sektor pertanian.
Petik Langsung Melon Sekusi di Gunungkidul
Panen perdana melon sekusi Kalurahan Semanu mengusung konsep yang berbeda. Pemerintah desa membuka lahan bagi masyarakat untuk memetik melon langsung dari kebunnya. Konsep ini memberi pengalaman autentik kepada pembeli sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.
Pengunjung tidak hanya menikmati manisnya melon, tetapi juga merasakan suasana kawasan pertanian terpadu.
Di sekitar lahan melon, pengelola mengembangkan berbagai unit usaha pertanian lainnya, seperti budidaya ikan lele, ternak kambing, serta tanaman hortikultura bawang merah dan cabai.
“Konsep kegiatan ini tidak hanya panen, tetapi juga edukasi dan wisata pertanian. Pembeli bisa memetik melon sendiri sambil menikmati pemandangan dan belajar langsung tentang pertanian terpadu,” jelas Suhartanta.
Menjelang hari panen, suasana kebun melon di Padukuhan Ngringin semakin hidup. Anggota KWT Srikandi Nyawiji mulai menandai buah-buah melon yang telah dipesan oleh pembeli.
Sejumlah warga bahkan sudah lebih dulu melakukan pemesanan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Antusiasme ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas melon sekusi hasil budidaya TKD Kalurahan Semanu.
Pemerintah desa menilai respons positif tersebut sebagai sinyal kuat bahwa pertanian desa mampu bersaing sekaligus menjadi daya tarik ekonomi baru.
Mereka menaruh harapan besar pada program optimalisasi TKD ini. Pemerintah desa ingin menjadikan budidaya melon sekusi sebagai contoh pemanfaatan aset desa secara produktif, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui panen perdana awal Januari 2026, Kalurahan Semanu juga memetik hasil dari kerja bersama, perencanaan matang, dan keberanian berinovasi. (ef linangkung)