
KabarJawa.com – Kabar duka menyelimuti lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat setelah Sri Susuhunan Pakubuwana XIII Hangabehi wafat pada Minggu, 2 November 2025, di usia 77 tahun.
Sosok yang menjadi pemimpin tertinggi Kasunanan Surakarta ini rencananya akan dimakamkan di kompleks Astana Pajimatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasi ini bukanlah makam biasa, melainkan tempat peristirahatan terakhir bagi para raja dan bangsawan besar dari kerajaan-kerajaan Mataram Islam.
Kini, masyarakat juga dapat menelusuri sejarah sekaligus lokasi makam tersebut melalui peta digital yang dapat diakses secara mudah.
Dengan teknologi ini, siapa pun bisa mengenal lebih dekat warisan budaya kerajaan Mataram yang bersemayam di Imogiri.
Sejarah Singkat dan Tokoh yang Dimakamkan di Imogiri
Kompleks makam Imogiri telah berdiri sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja besar
Sejak awal berdirinya, Imogiri memang dirancang sebagai kompleks pemakaman khusus bagi para raja dan keluarga kerajaan.
Seiring waktu, tempat ini menjadi kawasan pemakaman yang menampung tokoh-tokoh penting dari dua kerajaan penerus Mataram, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Beberapa nama besar yang dimakamkan di sini antara lain:
- Sultan Agung Hanyakrakusuma
- Sultan Hamengkubuwono I hingga Hamengkubuwono IX
- Sunan Amangkurat II dan Sunan Amangkurat IV
- Sunan Pakubuwana I hingga Pakubuwana XII
- Kerabat kerajaan serta pejabat tinggi Kasunanan Solo dan Kasultanan Yogyakarta
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa makam-makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir para Raja, tetapi juga saksi sejarah panjang kerajaan-kerajaan Islam di tanah Jawa.
Pembagian Kompleks Makam Imogiri
Kompleks Astana Pajimatan Imogiri memiliki struktur yang tertata dengan tiga kelompok utama. Masing-masing kelompok memiliki halaman tersendiri, lengkap dengan pagar batu dan gapura berarsitektur paduraksa khas Jawa. Berikut pembagiannya.
Kedaton Sultan Agungan dan Pakubuwanan
Bagian tengah kompleks ini merupakan area tertua dan menjadi tempat dimakamkannya para raja Mataram Islam sebelum perjanjian Giyanti, termasuk Sultan Agung.
Bagasan-Girimulya
Terletak di sisi barat, kelompok ini menjadi lokasi pemakaman raja-raja dari Kasunanan Surakarta beserta keluarga dekatnya. Di sinilah kelak Pakubuwana XIII akan dimakamkan di samping pusara ayahandanya, Pakubuwana XII.
Kaswargan-Saptarengga
Area di sisi timur diperuntukkan bagi raja-raja dan bangsawan dari Kasultanan Yogyakarta. Di sinilah Sultan Hamengkubuwono dan keluarga kerajaan dimakamkan.
Struktur pembagian ini menjadi bukti kuat bagaimana hubungan antara dua kerajaan besar di Jawa tetap terjaga, bahkan hingga ke tempat peristirahatan terakhir para rajanya.
Cara Mengakses Peta Digital Makam Raja-Raja di Imogiri

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih detail lokasi dan tata letak makam para raja di Imogiri, kini tersedia peta digital yang bisa diakses melalui berbagai platform.
Dengan adanya peta digital ini, informasi tentang makam para penguasa Mataram Islam bisa dijangkau tanpa harus berkunjung langsung ke lokasi.
Berikut beberapa cara untuk mengaksesnya:
Melalui Situs Jogja Cagar
Kunjungi situs https://jogjacagar.jogjaprov.go.id/daftar-warisan-dan-cagar-budaya
. Setelah masuk, cari nama “Makam Raja Imogiri”.
Di laman tersebut, tersedia informasi lengkap mengenai sejarah, peta lokasi, dan penjelasan mendalam tentang kompleks pemakaman ini.
Menggunakan Google Maps
Pengguna juga dapat menemukan lokasi makam dengan mengetik kata kunci “Makam Raja Imogiri” di kolom pencarian Google Maps.
Melalui fitur ini, pengunjung bisa melihat rute perjalanan, jarak tempuh, hingga tampilan Street View dari area sekitar kompleks makam.
Melalui Aplikasi Peta Bawaan di Smartphone
Cara lain yang tidak kalah praktis adalah menggunakan aplikasi peta bawaan di perangkat Anda.
Cukup ketik “Makam Raja Imogiri” di kolom pencarian, maka lokasi akan langsung muncul lengkap dengan arah navigasi menuju tempat tersebut.
Warisan Sejarah yang Hidup dalam Peta Digital
Keberadaan peta digital ini bukan hanya membantu masyarakat menemukan lokasi makam, tetapi juga menjadi sarana pelestarian sejarah.
Lewat teknologi ini, maka generasi muda dapat mengenal kembali kisah raja-raja Mataram Islam yang berperan besar dalam perjalanan sejarah Nusantara.
Nah, demikian tadi informasi mengenai peta digital makam Raja-Raja Mataram di Imogiri lengkap dengan penjelasan soal siapa saja yang dimakamkan di sana.***