
KABARJAWA– Suasana haru sekaligus menggelitik mewarnai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Siswa-siswi sekolah dasar hingga ibu hamil akhirnya merasakan langsung manfaat program makan siang sehat yang diolah dari dapur-dapur sehat.
Namun, di balik lahapnya santap siang itu, terselip kisah menggemaskan berupa pesan-pesan unik yang ditulis dengan tangan mungil di atas kertas sobekan.
Pesan Unik Siswa SD di Karangmojo
Anak-anak menuliskan kesan pertama mereka dengan polos, sejujur hati, bahkan sebagian dengan tulisan yang belum rapi.
Nampan bekas makan yang seharusnya kosong, justru berubah menjadi kotak saran penuh suara jujur anak-anak. Ada yang menuliskan rasa syukur, ada pula yang tak segan mengajukan permintaan tambahan menu.
Salah satu pesan bertuliskan, “Makasih yang mengantar makan bergizi gratis. Semangat para relawan.”
Tulisan itu tampak rapi, seolah ditulis dengan penuh kesadaran dan rasa terima kasih.
Lain lagi dengan secarik kertas lain yang hanya bertuliskan singkat, “Mie ayam request buah apel.”
Ada pula yang menulis, “Kurang jajanan,” dengan huruf ala kadarnya.
Namun, pesan yang paling mengundang tawa sekaligus rasa haru datang dari tulisan sederhana, “Tolong tambahkan sambel bawang.”
Surat Cinta dari Anak-Anak
Pimpinan Dapur Sehat di Kalurahan Jati Ayu, Muncarno, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat membaca pesan-pesan itu. Ia menyebut catatan kecil dari anak-anak sebagai surat cinta.
“Alhamdulillah, responnya bagus, luar biasa. Saya tidak menyangka malah dapat surat cinta dari anak-anak. Itu kepolosan yang patut kita hargai,” ujarnya dengan mata berbinar.
Menurut Muncarno, pesan sederhana itu menjadi penguat semangat bagi tim dapur sehat yang harus melayani 33 satuan pendidikan di Kapanewon Karangmojo.
Ia menilai, meskipun bekerja keras sejak pagi, semua lelah seakan terbayar lunas ketika melihat anak-anak tersenyum puas setelah makan siang.
Pelaksanaan MBG perdana di Karangmojo memang berlangsung meriah. Anak-anak datang dengan rasa penasaran tinggi.
Mereka membuka kotak makan dengan mata berbinar, lalu menyantap hidangan dengan lahap. Suasana riuh tawa anak-anak berpadu dengan aroma makanan dari dapur sehat yang memenuhi udara.
Ibu hamil pun turut menerima manfaat. Mereka mengaku program ini membantu menjaga asupan gizi tanpa perlu memikirkan biaya tambahan.
Program MBG benar-benar menyatukan semua kalangan: anak-anak yang ceria, ibu hamil yang lega, relawan yang ikhlas, hingga dapur sehat yang sibuk bergotong royong.
Kertas kecil bertuliskan tolong tambahkan sambel bawang mungkin tampak sepele. Namun, bagi penyelenggara, pesan itu menjadi simbol bahwa anak-anak sudah merasa cukup nyaman untuk jujur menyampaikan keinginan.
Program MBG di Karangmojo pun resmi beroperasi setelah melewati proses panjang. Muncarno mengaku lega karena kerja keras seluruh tim akhirnya membuahkan hasil.
Ia optimis, ke depan program ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian.
“Surat cinta anak-anak ini akan terus menjadi pengingat bagi kami, bahwa makanan bukan sekadar menu, tetapi juga kebahagiaan dan harapan masa depan,” tegasnya. (ef linangkung)