
KABARJAWA – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meninjau langsung operasional Dapur Sehat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Tepus, Gunungkidul.
Kunjungan ini menyoroti rendahnya jumlah peserta MBG dari kelompok nondidik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwignyo, menyebutkan bahwa fokus utama kunjungan kali ini adalah kendala pendataan balita nonPAUD yang menghambat pencapaian target penerima MBG.
Jumlah Peserta MBG Nondidik
“Target kami di wilayah Tepus sebanyak 3.500 penerima manfaat, tetapi data yang masuk masih jauh dari angka tersebut,” ujar Nyoto kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa salah satu tantangan utama terletak pada pendataan balita yang tidak mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD). BGN, lanjutnya, telah menjalin kerja sama strategis dengan BKKBN untuk memastikan akurasi data sasaran program.
“Kami bersyukur pelayanan untuk ibu hamil dan menyusui sudah berjalan. Namun, untuk balita, tim kami kesulitan mendapatkan data. Mulai hari ini, kami bersama BKKBN akan membantu menyisir dan melengkapi data anak-anak balita nonPAUD,” jelas Nyoto.
Kepala SPPG Tepus, Heri Prasetya, mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menyebut sejak MBG diluncurkan di Tepus pada 17 Februari 2025, pihaknya baru mencatat 145 penerima dari kelompok ibu hamil dan menyusui.
“Artinya belum sampai 10 persen dari target. BKKBN akan membantu kami untuk melengkapi data anak-anak balita yang belum terjangkau,” ungkap Heri.
Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (ADPIN) BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, menegaskan komitmen BKKBN dalam menyediakan data terverifikasi demi memastikan bantuan gizi tepat sasaran.
“Kami dukung penuh. Ini bagian dari komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting lewat asupan bergizi,” tegas Teguh.
Ia menambahkan bahwa nota kesepahaman antara BGN dan BKKBN menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi mendukung program prioritas nasional berupa pemberian makan bergizi gratis.
“Kolaborasi ini penting agar tidak ada satu pun anak yang terlewat dari intervensi gizi,” pungkasnya. (ef linangkung)