Penyakit Hewan Hantui Peternakan Kota Yogyakarta Jelang Iduladha 2026, Pemeriksaan Intensif Digencarkan

Bagikan :
Penyakit Hewan Jelang Iduladha/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com— Ancaman penyakit hewan kembali menghantui peternakan di Kota Yogyakarta menjelang perayaan Iduladha 2026.

Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat dengan menggencarkan pelayanan kesehatan hewan secara intensif demi memastikan keamanan dan kelayakan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan hewan (yanduan) dan pengobatan ternak selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026.

Upaya Penekanan Penyakit Hewan

Langkah ini menjadi upaya strategis sekaligus antisipatif untuk menekan potensi penyebaran penyakit, terutama menjelang meningkatnya lalu lintas perdagangan hewan kurban pada Mei mendatang.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, drh. Imam Abror, menegaskan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap hewan ternak milik peternak dan pedagang.

Ia menyebutkan bahwa tim memberikan layanan berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian obat cacing, serta vitaminisasi guna menjaga kondisi hewan tetap prima.

“Petugas melakukan pemeriksaan hewan secara langsung, memberikan obat cacing, serta menambahkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ternak,” ujar Imam.

Baca juga  Penerimaan Melonjak Nyaris Tiga Kali Lipat, Pemkot Yogyakarta Beri Penghargaan ke 50 Wajib Pajak Patuh

Selama tiga hari pelaksanaan, tim berhasil memeriksa puluhan sapi serta ratusan kambing dan domba yang tersebar di berbagai wilayah Kota Yogyakarta.

Data menunjukkan sekitar 20 ekor sapi dan lebih dari 100 kambing serta domba telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Khusus di wilayah Wirobrajan, petugas mencatat pemeriksaan terhadap sekitar 50 ekor sapi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas hewan berada dalam kondisi sehat. Petugas hanya memberikan vitamin dan obat cacing sebagai langkah pencegahan.

Namun, untuk hewan bunting, tim menerapkan penanganan khusus dengan hanya memberikan vitamin tanpa obat cacing guna menjaga keselamatan induk dan janin.

“Sebagian besar hewan dalam kondisi baik. Kami hanya melakukan tindakan preventif. Untuk hewan bunting, kami lebih berhati-hati dan hanya memberikan vitamin,” jelasnya.

Imbauan agar Tetap Waspada

Meski kondisi relatif aman, Imam tetap mengingatkan seluruh peternak dan pedagang agar tidak lengah.

Ia meminta mereka menjaga kesehatan ternak secara optimal dengan memperhatikan kualitas pakan, kebersihan kandang, serta penerapan biosekuriti secara ketat.

Baca juga  DPRD dan Pemda DIY Sahkan Perda Baru tentang Pengelolaan Pelabuhan Perikanan

Tidak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat yang akan membeli hewan kurban agar lebih teliti. Ia menekankan pentingnya memastikan hewan dalam kondisi sehat dan dilengkapi dengan dokumen resmi.

“Pembeli harus memastikan hewan memiliki surat keterangan kesehatan dari daerah asal. Ini penting untuk menjamin keamanan,” tegasnya.

Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga masih menjadi perhatian serius. Meskipun demikian, selama pelaksanaan pemeriksaan intensif tersebut, petugas tidak menemukan kasus PMK di wilayah Kota Yogyakarta.

Kondisi ini memberikan harapan bahwa upaya pencegahan selama ini mulai menunjukkan hasil positif.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pelaksanaan Iduladha 2026 dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan hewan kurban. Di sisi lain, para peternak merasakan langsung manfaat dari program ini.

Ketua Kelompok Ternak Sapi Potong Trihandini Rejo di Kemantren Tegalrejo, Banardi, mengungkapkan bahwa kehadiran petugas sangat membantu menjaga kesehatan ternak mereka.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Pertanian dan Pangan secara rutin memberikan obat, vitamin, serta melakukan langkah pencegahan terhadap PMK.

Baca juga  Jadwal KA Bandara YIA Akhir Pekan Ini 24-26 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan dari Stasiun Tugu

Program ini bahkan telah berjalan secara berkala dan dirasakan dampaknya oleh para peternak.

“Setiap tiga bulan, petugas datang untuk melakukan pencegahan agar hewan tetap sehat. Mereka juga rutin memberikan obat cacing. Program ini sangat membantu kami,” ungkap Banardi.

Banardi berharap pemerintah dapat mempertahankan bahkan meningkatkan frekuensi program tersebut.

Ia menginginkan pelayanan kesehatan hewan dapat dilakukan lebih sering, yakni setiap dua hingga tiga bulan sekali, agar kesehatan ternak tetap terjaga secara konsisten.

Dengan berbagai langkah preventif, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya memastikan bahwa ancaman penyakit tidak mengganggu ketersediaan hewan kurban.

Upaya ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsi daging kurban pada Idul Adha mendatang. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya