
KabarJawa.com —Suasana Pesantren Krapyak menjadi perhatian nasional setelah para pengasuh dua pesantren besar di kompleks tersebut, Pondok Pesantren Al-Munawwir dan Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, mengeluarkan seruan resmi terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Para kiai sepuh menyampaikan imbauan agar PBNU menjaga penghormatan terhadap otoritas kiai sepuh serta mengembalikan penyelesaian persoalan organisasi ke jalur musyawarah.
Seruan tersebut lahir setelah para pengasuh mengikuti perkembangan PBNU dalam beberapa pekan terakhir.
Mereka menimbang keresahan warga Nahdliyin, membaca perdebatan publik, dan bermusyawarah pada 27 November 2025 atau 6 Jumadal Akhirah 1447 H.
Dari forum itu kemudian disusun maklumat yang kini menjadi perhatian luas.
Krapyak Turun Suara: “Jaga Kebersamaan, Hormati Kiai Sepuh”
Ketua Yayasan Ali Maksum, KH. Afif Hasbullah, menyatakan bahwa para pengasuh memilih menempatkan diri sebagai penjaga keteduhan jam’iyah. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan stabilitas organisasi.
“Kami ingin suasana rukun tetap terjaga agar kerja organisasi berjalan tenang,” ujar KH. Afif Hasbullah pada Ahad (7/12/2025).
Ia menilai pendekatan kekeluargaan pesantren harus menjadi dasar dalam merawat khidmah NU, terutama saat muncul pola-pola tidak biasa yang berpotensi mengganggu ketenangan umat.
Seruan ini dibaca sebagai penanda agar dinamika internal PBNU tidak melebar menjadi kegaduhan publik.
Dukungan terhadap Kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum
Ketua Yayasan Al-Munawwir, KH. Ahmad Shidqi Masyhuri, M.Eng., menyampaikan bahwa persoalan PBNU harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah.
“Dari Krapyak kami mendorong agar apa pun persoalan di tubuh PBNU diselesaikan melalui musyawarah. Kami mendukung keberlangsungan kepemimpinan Dwi Tunggal PBNU, KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum, hingga Muktamar berikutnya,” ujarnya.
Dengan pernyataan ini, posisi Krapyak tergambar jelas: menjaga legitimasi kepengurusan sekaligus mengajak seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Imbauan Menjaga Ketertiban Ruang Publik
Pengasuh Pesantren Krapyak juga meminta warga Nahdliyin menjaga ketenangan serta menghindari konflik terbuka di ruang digital.
Mereka menilai ketegangan di media sosial hanya akan memperberat kerja organisasi dan mengurangi wibawa jam’iyah.
Perbedaan pendapat, menurut para kiai, tetap memerlukan ruang, namun harus disampaikan dalam bingkai mekanisme organisasi dan musyawarah yang damai.
Fokus Pesantren: Pendidikan dan Tradisi Keilmuan
Di tengah dinamika PBNU, Pesantren Krapyak menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap pada pendidikan santri dan penguatan tradisi keilmuan.
Aktivitas pembinaan tetap berjalan dan tidak terpengaruh oleh situasi nasional.
Mereka berharap PBNU segera menemukan jalan keluar yang membawa kemaslahatan sehingga program keumatan dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Kami ingin organisasi kembali bekerja dengan tenang,” demikian penegasan para pengasuh dalam maklumat tersebut.
Para Penandatangan Maklumat
Maklumat ini ditandatangani para pengasuh Pesantren Krapyak, antara lain:
KH. Jirjis Ali Maksum; KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir; Ny. Hj. Ida Fatimah Zaenal Abidin; KH. Muhtarom Busyro; KH. R. Chaidar Muhaimin Afandi; KH. Ahmad Shidqi Masyhuri, M.Eng.; KH. Nilzam Yahya, M.Ag.; KH. Munawwar Ahmad Munawwir; Ny. Hj. Ida Rufaida Ali Maksum; KH. Fairuzi Afiq Dalhar Munawwir; Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A.; KH. Afif Muhammad, M.A.; dan KH. Fairuz Warson Munawwir.
Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa maklumat ini merupakan suara kolektif, bukan pernyataan individual, dari komunitas keilmuan yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah NU.
Isi Maklumat Pesantren Krapyak
Maklumat tersebut berisi empat poin utama:
Para pengasuh mengimbau agar seluruh pihak berpegang pada arahan kiai sepuh, terutama mereka yang memiliki otoritas keilmuan dan kedekatan ruhani dengan tradisi jam’iyyah.
Para pengasuh mendukung keberlangsungan kepemimpinan Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf hingga Muktamar mendatang.
Para pengasuh mendorong penyelesaian persoalan melalui mekanisme yang sah, mengutamakan musyawarah, dan menghindari pernyataan di media sosial yang berpotensi menambah kegaduhan.
Para pengasuh mengajak warga Nahdliyin menjaga ketenangan dan memperbanyak taqarrub kepada Allah, seraya memohon agar PBNU memperoleh jalan terbaik.
Krapyak Menjaga Teduhnya NU
Melalui maklumat ini, Pesantren Krapyak menempatkan diri sebagai penjaga keseimbangan di tengah riuhnya dinamika PBNU.
Imbauan tersebut mengajak seluruh warga Nahdliyin kembali pada nilai dasar organisasi: ketenangan, musyawarah, dan penghormatan kepada kiai sepuh.
Dari keteduhan itulah, menurut para pengasuh, jam’iyah besar ini selalu menemukan kekuatannya.