Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp42,53 Triliun, Bukti Ekonomi Virtual Jadi Penopang Kas Negara

Bagikan :

KabarJawa.com – Di tengah derasnya arus transformasi digital, pemerintah mencatat capaian signifikan dalam penerimaan pajak. Hingga 30 September 2025, total penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp42,53 triliun.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa aktivitas ekonomi di dunia maya kini menjadi salah satu penopang utama kas negara.

Pemerintah melaporkan bahwa sumber utama penerimaan berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp32,94 triliun, pajak atas aset kripto sebesar Rp1,71 triliun, pajak fintech senilai Rp4,1 triliun, serta pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP) senilai Rp3,78 triliun.

Ledakan PPN PMSE Tunjukkan Geliat Ekonomi Digital

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rosmauli, menyebut capaian tersebut mencerminkan arah baru perekonomian nasional. Hingga September 2025, sebanyak 246 perusahaan telah ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE.

Lima perusahaan digital baru bergabung pada September 2025, yakni Viagogo GMBH, Coursiv Limited, Ogury Singapore Pte. Ltd., BMI GlobalEd Limited, dan GetYourGuide Tours & Tickets GmbH. Sementara satu perusahaan, X Asia Pacific Internet Pte. Ltd., mengalami pembaruan data penunjukan.

Baca juga  Pertumbuhan Ekonomi DIY Membaik, Transaksi QRIS Tembus 486 Juta dengan Nilai Rp 41,09 Triliun

Dari seluruh pemungut yang telah ditunjuk, 207 perusahaan tercatat aktif melakukan pemungutan dan penyetoran pajak.

Total penerimaan PPN PMSE mencapai Rp32,94 triliun, yang terbagi dalam setoran tahun 2020 sebesar Rp731,4 miliar, tahun 2021 sebesar Rp3,9 triliun, tahun 2022 sebesar Rp5,51 triliun, tahun 2023 sebesar Rp6,76 triliun, tahun 2024 sebesar Rp8,44 triliun, dan Rp7,6 triliun hingga September 2025.

“Angka ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan penerimaan pajak digital setiap tahun. Aktivitas belanja online masyarakat telah menjadi sumber daya ekonomi yang tak terbantahkan,” ujar Rosmauli.

Kripto, Fintech, dan Pajak SIPP Jadi Pilar Baru Penerimaan Digital

Selain dari transaksi e-commerce, kontribusi pajak juga datang dari sektor aset kripto dan fintech (peer-to-peer lending) yang semakin populer di kalangan investor muda.

Hingga September 2025, pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp1,71 triliun. Capaian tersebut terdiri atas PPh 22 senilai Rp836,36 miliar dan PPN Dalam Negeri sebesar Rp872,62 miliar.

“Tren penerimaan ini terus menanjak sejak 2022, dimulai dari Rp246,45 miliar (2022), Rp220,83 miliar (2023), Rp620,4 miliar (2024), hingga Rp621,3 miliar (2025),” terangnya.

Baca juga  Gebyar PAUD 2025 di Gunungkidul, Bupati Kukuhkan Pokja Ibu PAUD 2025–2030

Sementara itu, pajak fintech menyumbang Rp4,1 triliun hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, PPh 23 atas bunga pinjaman WPDN dan BUT mencapai Rp1,14 triliun, PPh 26 atas bunga pinjaman WPLN mencapai Rp724,4 miliar, dan PPN Dalam Negeri mencapai Rp2,24 triliun.

Penerimaan dari sektor ini terus tumbuh konsisten, dari Rp446,39 miliar (2022), Rp1,11 triliun (2023), Rp1,48 triliun (2024), hingga Rp1,06 triliun (2025).

Rosmauli menilai pertumbuhan ini menandakan masyarakat semakin sadar akan regulasi perpajakan di dunia digital. Fintech dan kripto bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari sistem keuangan modern yang berkontribusi langsung terhadap penerimaan negara.

Selain dua sektor utama tersebut, kontribusi juga datang dari Pajak SIPP yang berperan menghubungkan sistem digital dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Hingga September 2025, penerimaan dari Pajak SIPP mencapai Rp3,78 triliun. Dari jumlah tersebut, PPh Pasal 22 menyumbang Rp251,14 miliar, sementara PPN mencapai Rp3,53 triliun.

Capaian ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya: Rp402,38 miliar pada 2022, Rp1,12 triliun pada 2023, Rp1,33 triliun pada 2024, dan Rp931,12 miliar hingga kuartal ketiga 2025.

Baca juga  Dari Anak Petani hingga Wakil Menteri Pariwisata Timor Leste: Kisah Inspiratif Manuel Vong, Lulusan UGM yang Mengabdi untuk Bangsa

“Melalui integrasi sistem digital dan pengadaan pemerintah, potensi penerimaan dapat terus diperluas tanpa mengganggu efisiensi belanja negara,” ujar Rosmauli.

Digitalisasi Jadi Masa Depan Pajak Indonesia

Pemerintah memandang capaian Rp42,53 triliun ini bukan sebagai akhir, tetapi awal dari transformasi besar menuju sistem perpajakan era digital.

Rosmauli menegaskan bahwa DJP akan terus memastikan seluruh potensi ekonomi digital—baik PMSE, fintech, maupun kripto, masuk ke dalam kerangka perpajakan yang adil dan efisien.

“Realisasi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor digital kini bukan lagi sekadar pendukung, tetapi penggerak utama penerimaan negara,” tutupnya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya