
KABARJAWA – Suasana tenang di Dusun Logandeng RT 24 RW 25, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Gunungkidul, seketika berubah mencekam saat warga mendapati seorang pemuda jatuh ke dalam sumur.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025 sekitar pukul 14.00 WIB dan mengakibatkan nyawa seorang mahasiswa bernama Yahya Awaludin Abdul H (22 tahun) melayang di dasar sumur sedalam 12 meter.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul, Handoko, membenarkan bahwa kejadian ini tergolong dalam kategori laka sumur.
Ia menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan warga dan langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi.
Kronologi Kejadian dan Respons Warga
Handoko mengatakan peristiwa itu bermula ketika warga bernama Yanto, yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban, menjadi orang pertama yang mencurigai adanya insiden tersebut. Sekitar pukul 14.00 WIB, Yanto menerima kabar bahwa seseorang terjatuh ke dalam sumur di rumah Mbah Yanti, nenek korban.
“Mereka segera memeriksa lokasi dan menemukan sumur dalam kondisi terbuka separuh, padahal biasanya tertutup rapat dengan asbes,” ujar dia.
Yanto melihat sandal yang biasa digunakan Yahya tergeletak di tepi sumur. Ia langsung curiga bahwa korban jatuh ke dalam sumur karena Yahya dikenal tak pernah melepas sandalnya, bahkan hanya untuk keluar rumah sebentar.
Tanpa membuang waktu, Yanto langsung menghubungi Prajat Damkar Gunungkidul untuk meminta bantuan.
Sumur yang menjadi tempat kejadian memiliki kedalaman total 12 meter dengan 6 meter di antaranya terisi air.
Diameter sumur berukuran sekitar 1,2 meter. Meski aktif dan sudah dipasangi pompa air, sumur itu hanya dilindungi dinding setinggi 50 cm dan penutup dari asbes yang tampaknya sudah tak cukup aman.
“Kondisi tenang di permukaan air menyulitkan warga untuk memastikan keberadaan korban di dalamnya. Tidak ada percikan, tidak ada gerakan. Namun, kejanggalan posisi penutup sumur dan keberadaan sandal memperkuat dugaan,” tambahnya.
Evakuasi Dramatis oleh Tim Gabungan
Tim rescue Damkar Gunungkidul tiba di lokasi pada pukul 14.30 WIB. Mereka segera melakukan persiapan dan memastikan semua peralatan evakuasi aman. Pada pukul 15.29 WIB, salah satu anggota tim turun ke dalam sumur dengan pengaman lengkap.
Evakuasi berlangsung dramatis. Tim menemukan korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di dasar sumur. Mereka berhasil mengangkat tubuh korban ke permukaan pada pukul 15.38 WIB, sembilan menit setelah penyelamat pertama masuk.
“Tak lama setelah itu korban langsung dibawa ke RS Nur Rohmah, namun nyawanya tak tertolong,” ungkapnya.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur penyelamat, mulai dari TRC BPBD DIY, Damkar Gunungkidul, GES, SAVE RESCUE Indonesia, Gading Rescue, Bhabinkamtibmas setempat, hingga warga sekitar. Semua pihak bekerja sama secara cepat, terkoordinasi, dan penuh dedikasi.
Handoko menyatakan bahwa keberhasilan proses evakuasi ini tidak lepas dari kesiapsiagaan tim gabungan dan peran aktif masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa keamanan sumur harus menjadi perhatian serius, terutama bagi rumah-rumah yang masih menggunakan sumur tradisional sebagai sumber air.
Yahya merupakan anak pertama dari dua kepala keluarga (KK) yang tinggal di rumah tersebut. Sebagai mahasiswa, ia dikenal pendiam namun tekun belajar. Keluarga korban, terutama neneknya, Mbah Yanti, tak kuasa menahan tangis saat jenazah cucunya tiba di rumah duka.