
KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Sleman resmi menandatangani kesepakatan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan menghadirkan layanan finansial yang inklusif bagi masyarakat.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun pondasi keuangan masyarakat Sleman yang lebih sehat, transparan, dan berlandaskan prinsip syariah.
Pemkab Sleman dan BSI berkomitmen menggarap empat aspek utama, yaitu peningkatan literasi keuangan syariah, penyelenggaraan pembayaran pajak daerah, penyediaan layanan perbankan syariah di Mal Pelayanan Publik, serta monitoring dan evaluasi program bersama.
Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa literasi keuangan syariah harus menjadi landasan kuat bagi masyarakat dalam mengelola finansial.
Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut dimensi moral dan spiritual.
“Keuangan syariah bukan hanya mengajarkan bagaimana mengatur uang, tetapi juga mengajarkan keadilan, transparansi, dan kepedulian sosial. Literasi ini akan membentuk masyarakat Sleman yang lebih bijak, berdaya saing, sekaligus berkarakter,” ujar Harda.
Lebih jauh, ia menilai kerja sama ini tidak hanya mendukung manajemen finansial masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Sleman.
Dengan sistem pembayaran pajak daerah melalui BSI, masyarakat kini bisa lebih mudah menunaikan kewajibannya. Kemudahan ini diprediksi meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan secara langsung menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman.
Harapan Baru bagi Masyarakat Sleman
Di sisi lain, Hari Nopa Kurniawan, Area Manager BSI Area Yogyakarta, menyambut antusias kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa BSI siap menjadi mitra strategis Pemkab Sleman dalam melaksanakan berbagai program ekonomi berbasis syariah.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga perbankan, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi Sleman. Kami percaya kerja sama ini akan menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” kata Hari.
Langkah kolaborasi ini membuka harapan baru bagi ribuan masyarakat Sleman. Mereka tidak hanya akan lebih mudah memahami prinsip-prinsip keuangan syariah, tetapi juga mendapatkan akses layanan perbankan modern yang memudahkan transaksi sehari-hari, termasuk kewajiban pajak daerah.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan perbankan syariah, Sleman tampak semakin mantap menapaki jalan menuju tata kelola keuangan yang modern, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan sosial.