
KabarJawa.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk setiap kelurahan melalui Dana Keistimewaan (Danais) sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat intervensi kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyampaikan bahwa dukungan anggaran untuk penanganan stunting terus ditingkatkan.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp100 juta per kelurahan dengan total sekitar Rp4,5 miliar. Pada 2026, alokasi tersebut naik menjadi Rp120 juta per kelurahan atau sekitar Rp5,4 miliar.
“Pemerintah menaikkan anggaran dari Rp4,5 miliar menjadi Rp5,4 miliar pada tahun 2026. Namun, anggaran saja tidak cukup untuk mengatasi stunting,” kata Eko.
Ia menjelaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya melalui intervensi gizi, tetapi juga dengan perbaikan kualitas lingkungan hidup. Faktor ketersediaan air bersih, kualitas udara, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat keluarga dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Menurut Eko, pemerintah menetapkan target penurunan stunting secara bertahap. Setelah berhasil menekan angka stunting hingga sekitar 8 persen, target berikutnya adalah menurunkannya ke kisaran 4–5 persen, hingga mencapai nol persen di wilayah DIY.
“Penurunan stunting bukan sulapan. Ini hasil dari kerja keras yang panjang dan konsisten. Selama angka stunting belum nol persen, berarti kita wajib terus bekerja tanpa henti,” ujarnya.
Eko juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 191 ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi kesehatan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat pendampingan intensif dari tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, serta keluarga.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan peran keluarga, khususnya suami, dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Dukungan tersebut meliputi pemenuhan gizi, pendampingan pemeriksaan kehamilan, serta penciptaan lingkungan rumah yang bersih dan sehat.
“Peran suami sangat menentukan. Ketika keluarga hadir secara utuh, ibu hamil mendapatkan dukungan penuh, dan lingkungan hidup terjaga, maka risiko stunting bisa ditekan secara signifikan,” kata Eko.
Pemerintah DIY menyatakan peningkatan alokasi Danais untuk program penurunan stunting akan terus diiringi penguatan koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kelurahan, hingga keluarga, guna memastikan intervensi berjalan efektif dan berkelanjutan.