
KabarJawa.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan masyarakat.
Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai menghambat aktivitas warga, mulai dari pekerjaan, usaha, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku mengalami pemadaman listrik secara mendadak dengan durasi mencapai beberapa jam.
Kondisi itu menyebabkan aktivitas berbasis internet terganggu, peralatan elektronik tidak dapat digunakan, hingga operasional usaha terhenti sementara.
Keluhan juga ramai disampaikan melalui media sosial.
Warga mempertanyakan penyebab pemadaman yang terjadi berulang kali serta meminta kepastian terkait jadwal dan durasi gangguan listrik.
Menanggapi hal tersebut, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari manajemen beban akibat gangguan pada sistem kelistrikan Jawa.
Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta, Angga Ditya, mengatakan gangguan tidak berasal dari jaringan distribusi lokal di DIY, melainkan akibat kendala pada sistem kelistrikan yang lebih luas.
“Pemadaman yang dilakukan merupakan bagian dari manajemen beban akibat gangguan sistem kelistrikan Jawa,” kata Angga Ditya, Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, gangguan tersebut menyebabkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik terganggu.
Kondisi semakin berat setelah dua unit pembangkit listrik skala besar mengalami gangguan operasional sehingga kapasitas pasokan daya menurun.
Berkurangnya pasokan listrik membuat cadangan daya sistem menyusut.
Untuk menjaga stabilitas jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir di sejumlah wilayah terdampak.
Angga mengatakan langkah tersebut merupakan upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
Meski demikian, sejumlah pelanggan berharap PLN dapat meningkatkan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Banyak warga mengaku tidak menerima pemberitahuan lebih awal sehingga kesulitan melakukan antisipasi ketika pemadaman terjadi.
Keluhan terutama datang dari pelaku usaha mikro, pekerja digital, serta mahasiswa yang bergantung pada pasokan listrik dan koneksi internet untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menanggapi hal itu, PLN menyatakan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
Perusahaan mengoptimalkan operasi pembangkit yang masih tersedia serta melakukan pengaturan sistem secara intensif guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Selain itu, PLN juga menyalurkan informasi perkembangan pemulihan melalui unit layanan pelanggan dan berbagai kanal komunikasi, termasuk grup WhatsApp pelanggan terdampak.
PLN memastikan seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan Jawa dan mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Perusahaan juga mengimbau pelanggan untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.