Pameran Ranggalawe, Penenun Tradisional Kota Yogyakarta Unjuk Gigi di Pusat Desain Industri Nasional

Bagikan :
Kain tenun tradisional karya para pengrajin lokal dipajang di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta. (Dok Pemkot Yogyakarta)

KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk merawat kekayaan budaya Indonesia melalui Pameran Ranggalawe. Pameran ini digelar di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) pada Jumat, 18 Juli 2025 dan menghadirkan keindahan kain tenun tradisional dari berbagai daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, mengapresiasi kehadiran Komunitas Sekar Kawung dalam pameran tersebut. Kadri Renggono menyebut pameran ini menjadi bukti bahwa PDIN selalu membuka diri bagi berbagai ekspresi budaya.

Ia mengatakan bahwa PDIN bukan hanya milik Yogyakarta, tetapi juga milik seluruh ekosistem kreatif Indonesia yang ingin tumbuh dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan.

Kadri Renggono menegaskan harapannya agar Pameran Ranggalawe menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas. Ia menginginkan pameran ini memantik lahirnya gagasan-gagasan baru yang berpijak pada pengetahuan lokal. Ia meyakini pameran ini akan melahirkan pembelajaran bersama bagi seluruh pihak yang terlibat.

Kadri Renggono juga menekankan bahwa Pameran Ranggalawe mengingatkan semua pihak tentang pentingnya keberagaman sebagai kekayaan Indonesia.

Ia menyebut pameran ini menampilkan kekuatan identitas kultural Indonesia melalui benang-benang lokal, pewarna alami, teknik tenun tradisional, hingga filosofi hidup masyarakat. Menurutnya, semua elemen itu wajib dijaga dan dikembangkan di tengah gempuran modernisasi.

Baca juga  Kasus Retribusi Wisata Gunungkidul Terbongkar! Disparekrafpora Rotasi Petugas TPR usai Dugaan Kelalaian

Tenun Bukan Sekadar Kain, Tapi Narasi Budaya

Produser Pameran Ranggalawe sekaligus Ketua Yayasan Sekar Kawung, Chandra Kirana, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung acara tersebut.

Ia menegaskan bahwa para pengrajin, kurator, produser, dan komunitas pendukung telah menunjukkan bahwa kain bukan sekadar produk, melainkan sebuah narasi budaya.

Chandra Kirana menceritakan pengalamannya menenun menggunakan serat daun widuri. Ia mengaku kagum karena serat daun widuri memiliki kilau indah dan tekstur yang halus. Ia mengatakan proses belajar menenun membawanya menjelajahi Sumba hingga Tuban.

“Saya menyaksikan sendiri proses pengolahan kapas dari biji hingga menjadi batik tenun yang menawan,” ujarnya.

Chandra Kirana berharap kerja sama antara Kota Yogyakarta melalui Komunitas Sekar Kawung dengan para penenun Kabupaten Tuban akan terus berlanjut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi agar kain tenun batik tetap bertahan dan tak tergerus perkembangan zaman.

PDIN sendiri didirikan sebagai ekosistem kreatif berbasis nilai, inovasi, dan kolaborasi. Pameran Ranggalawe membuktikan bahwa PDIN bukan hanya menjadi ruang bagi desain modern, tetapi juga wadah bagi ekspresi budaya yang berpijak pada akar tradisi.

Baca juga  Rayakan Anniversary Ke-4, Next Hotel Yogyakarta Hadirkan Beauty Class Interaktif Bersama Wardah

Pameran Ranggalawe di Kota Yogyakarta hari ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki warisan budaya tak ternilai. Benang demi benang yang terjalin dalam tenun tradisional bukan hanya menghasilkan kain, tetapi juga menenun cerita kehidupan, sejarah, dan jati diri bangsa.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendukung para pengrajin agar karya mereka tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendunia.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid