
KabarJawa.com – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul dalam mendukung upaya penurunan kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026.
Musrenbang tingkat kapanewon dilaksanakan sejak 19 Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Januari 2026 dengan menyasar 18 kapanewon. Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan sinkronisasi arah pembangunan daerah.
Dalam setiap forum Musrenbang, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melibatkan Baznas Gunungkidul sebagai mitra strategis. Kehadiran Baznas dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat dalam menjangkau kelompok masyarakat miskin ekstrem.
Bupati Endah menyampaikan bahwa sejumlah program Baznas telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Program tersebut antara lain bedah rumah, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), bantuan permodalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta beasiswa pendidikan.
“Program-program Baznas dirasakan langsung oleh masyarakat dan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Gunungkidul,” ujar Endah dalam Musrenbang, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan bahwa penanganan kemiskinan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Gunungkidul guna memperluas jangkauan penerima manfaat.
Baznas Gunungkidul mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai ketentuan.
Selain bantuan sosial, Baznas juga mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, antara lain bantuan modal usaha, layanan ambulans gratis, khitan massal, dan beasiswa pendidikan.
Bupati Endah memaparkan capaian Baznas Gunungkidul sepanjang 2025, di antaranya pelaksanaan bedah rumah, khitan massal, penyaluran beasiswa dan santunan siswa, bantuan ternak berupa kambing dan ayam, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.
“Seluruh program tersebut terlaksana atas partisipasi masyarakat yang menyalurkan zakat melalui Baznas Gunungkidul,” katanya.
Menurut Endah, dana zakat yang dikelola Baznas disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk program-program yang bersifat langsung dan berkelanjutan.
Melalui Musrenbang RKPD 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan arah pembangunan yang berfokus pada penguatan kesejahteraan masyarakat serta penurunan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor.