
KabarJawa.com– Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar almarhum diplomat muda Arya Daru Pangayunan. Sang mertua, Mukitari, mengungkapkan kesaksian tentang kebaikan menantunya.
Ia mengingat kembali perjalanan panjang mengenal Daru sejak kecil hingga menjadi bagian dari keluarganya.
Mukitari menegaskan bahwa ia mengenal Daru bukan hanya sebagai menantu, tetapi sejak Daru masih duduk di bangku SD dan SMP.
Mertua Arya Daru Mengenang Almarhum
“Saya mengenal Daru sejak kecil hingga menjadi menantu saya yang terbaik,” ujar Mukitari dengan suara bergetar.
Ia menegaskan bahwa Daru adalah sosok yang selalu menjaga perasaan keluarga, tidak pernah berbuat macam-macam, dan selalu memprioritaskan kebahagiaan orang lain.
Mukitari mengungkapkan kebiasaan sederhana namun penuh makna yang selalu Daru lakukan di rumah. Daru sering memainkan piano dan dirinya menyanyi dengan iringan musik tersebut.
“Daru itu orangnya baik banget. Dia tidak pernah cerita yang macam-macam. Kebetulan di rumah dia main piano, saya yang nyanyi. Itu saja kebiasaannya di rumah,” kenang Mukitari.
Ia menambahkan bahwa selama ini ia tidak pernah melihat tanda-tanda masalah yang membuat Daru sedih. Dan dia yakin selama tidak ada masalah dengan orang lain.
“Memang Daru nggak banyak bicara, tapi saya tahu dia tidak senang melihat orang tuanya, istrinya, dan anak-anaknya sedih. Dia tidak akan ikhlas melihat keluarganya bersedih,” tegas Mukitari.
Mukitari bercerita bagaimana Daru selalu menjaga perasaan keluarga besar. Sepanjang dia tahu, Daru orang yang sangat sayang dengan istrinya dan berusaha menjaga perasaan orang lain.
“Dia sangat sayang kepada orang tuanya, istrinya, anak-anaknya, dan kepada kami semua. Daru itu selalu menjaga perasaan orang-orang yang mengenalnya,” ucapnya.
Mukitari mengaku syok ketika mendengar kabar kepergian Daru. Bahkan, dirinya sama sekali tidak bisa berkata-kata ketika mendengar berita tersebut.
“Saya benar-benar bingung harus bicara apa. Saya harus membuat anak saya kuat, karena Daru menitipkan dua cucu kepada kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia bahkan selalu mengingatkan putrinya, Meta Ayu Puspitarini, agar tidak larut dalam kesedihan.
“Saya bilang kepada anak saya, kamu boleh sedih tapi tidak boleh berlarut karena Daru nggak seneng kamu sedih. Daru selalu berusaha membahagiakan orang-orang yang ia cintai,” tuturnya.
Sosok Lucu dan Penyayang
Mukitari juga menggambarkan Daru sebagai sosok yang humoris dan peduli terhadap hal-hal kecil. Bahkan sifat yang dia ingat adalah sosok yang sangat lucundan periang.
“Daru itu anaknya lucu. Kalau ngomong sedikit saja tapi bikin kita semua ketawa. Dia senang mobil, selalu membersihkan mobil walaupun pulang jam satu malam. Mobil harus bersih dan wangi sebelum kami semua boleh naik,” ujarnya.
Daru bahkan selalu mengajak keluarga berkumpul dan makan bersama. “Daru sering bilang, ayo kita kepengen makan di mana, selalu ngajak kami,” tambah Mukitari.
Mukitari kemudian bercerita bahwa setelah kepergian Daru, ia baru mengetahui banyak kisah pengabdian menantunya. Salah satunya, Daru membantu pemulangan jenazah warga Indonesia di luar negeri tanpa memungut biaya sepeser pun.
“Ada satu jenazah dari Texas, Amerika, dia yang ngurus semua. Biayanya seharusnya 200 juta, tapi dia tanggung semua,” ungkap Mukitari.
Ia menegaskan bahwa cerita itu bukan dari Daru sendiri, melainkan dari orang-orang yang pernah dibantu oleh Daru.
“Daru itu hanya lucu-lucuan saja di rumah. Baru setelah kejadian ini saya tahu banyak cerita bermanfaat tentang dirinya,” kata Mukitari.
Meta Ayu Puspitarini, istri Daru, juga menguatkan pernyataan sang ibu.
“Iya betul, kami sangat kenal Mas Daru. Saya sangat mengenal suami saya, mungkin dia lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri. Kami berdua sudah sangat cukup untuk satu sama lain,” ujar Meta.
Ia memohon agar tidak ada lagi framing negatif terhadap suaminya.
“Suami saya nggak neko-neko, saya kenal betul suami saya,” tegasnya.
Mukitari menutup kesaksian dengan mengingat masa kecil Daru sebagai anak tunggal yang rajin membantu orang tuanya.
“Daru itu bagian belanja, dia tahu belanjaan mana yang murah, tahu bahan untuk kue karena ibunya senang buat kue. Saya mengenalnya sejak kecil hingga menjadi menantu, tidak pernah sedikitpun dia menyakiti kami,” ujarnya.
Mukitari kembali menegaskan keyakinannya.
“Daru itu baik banget, tidak mungkin membuat susah kami, apalagi membuat susah orang lain,” katanya penuh penekanan. (ef linangkung)