
KABARJAWA – Suara benturan keras memecah kesunyian Sabtu, 9 Agustus 2025 pagi di Dusun Nganyang, Bantul, ketika satu unit Mobil Mitsubishi L300 melaju kencang, hilang kendali di tikungan tajam, dan menghantam tembok SD Banyakan.
Kecelakaan tunggal ini membuat mobil ringsek, sementara pengemudinya, remaja 19 tahun asal Temanggung, mengalami patah tulang di tangan kanan.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengungkapkan bahwa Unit Lantas Polsek Piyungan segera menerima laporan dari warga terkait kecelakaan tunggal tersebut. Laporan masuk sekitar pukul 09.40 WIB, tak lama setelah peristiwa terjadi.
Mobil L300 itu dikemudikan Ginting Pangestu (19), warga Dusun Gedangan, Desa Bansari, Kecamatan Bulu, Temanggung.
Remaja tersebut mengalami luka serius dengan patah tulang di tangan kanan. Petugas medis segera mengevakuasi korban ke RSPAU Hardjolukito untuk mendapatkan perawatan intensif.
Detik-Detik Kecelakaan Tunggal di Depan Sekolah
Berdasarkan keterangan saksi mata, lanjut AKP I Nengah Jeffry, mobil tersebut melaju dari arah selatan menuju utara. Saat memasuki jalur berkelok di depan SD Banyakaan, pengemudi terlihat kehilangan kendali.
L300 itu tidak sempat mengerem dengan baik dan langsung menghantam tembok pembatas sekolah.
Benturan keras memecahkan kaca depan dan meremukkan bodi bagian depan mobil. Suara hantaman menggema di sekitar lokasi, membuat guru dan siswa yang sedang beraktivitas di sekolah terkejut.
Beberapa warga langsung berlari ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
Akibat kecelakaan itu, mobil L300 mengalami kerusakan berat. Kaca depan pecah berkeping-keping, bodi depan ringsek parah, dan bagian mesin rusak. Meski demikian, tidak ada korban jiwa selain pengemudi yang mengalami luka patah tulang.
Tindakan Polisi dan Imbauan Keselamatan
Petugas Unit Lantas Polsek Piyungan segera melakukan olah TKP dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi.
Mereka juga mencatat keterangan saksi dan memeriksa kondisi jalan. Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga kuat terjadi akibat pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi di tikungan yang berbahaya.
Menurut AKP I Nengah Jeffry, kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi para pengemudi untuk selalu mengendalikan laju kendaraan, terutama di jalur berkelok dan dekat area sekolah.
Selain membahayakan diri sendiri, kecepatan berlebihan juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain dan warga sekitar.
Polisi mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.