
KabarJawa.com — Masjid Darul Iman di Padukuhan Jetis, Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul resmi digunakan.
Peresmian yang berlangsung akhir Mei 2026 itu menjadi penanda selesainya pembangunan rumah ibadah yang lahir dari kolaborasi warga, donatur, dan dukungan lembaga sosial internasional.
Bangunan berkubah besar yang kini berdiri di tengah permukiman warga tersebut beberapa bulan lalu masih berupa pondasi dan tumpukan material bangunan.
Kini, masjid itu telah menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang sosial masyarakat setempat.
Sejak pagi, suasana di sekitar lokasi tampak ramai. Warga dari berbagai kalangan berdatangan untuk mengikuti prosesi peresmian. Area parkir di sekitar masjid dipenuhi kendaraan, sementara jemaah memadati halaman dan ruang utama masjid.
Momentum tersebut menjadi salah satu peristiwa yang paling dinantikan masyarakat Padukuhan Jetis dalam beberapa bulan terakhir.
Dibangun dengan Anggaran Rp734 Juta
Pembangunan Masjid Darul Iman dimulai pada Oktober tahun lalu dan berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Kecepatan pembangunan itu tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang terlibat dalam penggalangan dana, penyediaan material, hingga kerja bakti selama proses pembangunan berlangsung.
Total anggaran pembangunan masjid mencapai sekitar Rp734 juta.
Sebagian dana berasal dari masyarakat dan para donatur. Dukungan besar juga datang dari Yayasan Al-Musodir Al-Asriah yang memberikan bantuan stimulan sebesar Rp252 juta untuk pembangunan bangunan utama masjid.
Melihat progres pembangunan yang berjalan cepat, yayasan tersebut kembali menyalurkan bantuan tambahan sebesar Rp40 juta untuk pembangunan menara masjid.
Bantuan itu menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyelesaian proyek hingga dapat digunakan oleh masyarakat tahun ini.
Finishing Masih Berjalan
Meski telah diresmikan, sejumlah pekerjaan penyempurnaan masih dilakukan.
Panitia pembangunan menyebut beberapa detail ornamen dan tahap finishing masih membutuhkan tambahan pembiayaan. Hingga peresmian berlangsung, dana yang berhasil dihimpun tercatat sekitar Rp511,8 juta.
Panitia optimistis kekurangan anggaran dapat dipenuhi melalui dukungan lanjutan dari masyarakat dan para donatur.
Di area masjid, sejumlah pekerja masih terlihat menyelesaikan bagian-bagian kecil bangunan yang belum rampung sepenuhnya.
Bupati Endah: Bukti Kemandirian Masyarakat
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Dalam sambutannya, Endah memberikan apresiasi kepada warga Padukuhan Jetis yang berhasil menyelesaikan pembangunan masjid melalui semangat gotong royong dan kemandirian.
“Hari ini Bapak, Ibu seluruh jemaah telah membuktikan bahwa prinsip Berdikari tersebut, dengan berhasil bersama-sama Yayasan dari Jeddah, mampu merampungkan rumah ibadah ini secara baik,” kata Endah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Masjid Darul Iman menunjukkan bahwa dukungan eksternal dapat berjalan efektif ketika diiringi partisipasi aktif masyarakat.
Bupati juga menegaskan fungsi masjid tidak boleh berhenti sebagai tempat ibadah semata.
Masjid perlu menjadi pusat pembinaan umat, penguatan pendidikan agama, hingga ruang tumbuhnya kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Jadi Pusat Pendidikan dan Kegiatan Sosial
Harapan serupa disampaikan Lurah Ngipak, Bambang Setiawan.
Menurutnya, Masjid Darul Iman telah mulai menjalankan berbagai fungsi sosial kemasyarakatan sejak proses pembangunan berlangsung.
Beberapa kegiatan yang sudah berjalan antara lain:
- Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA)
- Taman Pendidikan Qur’an (TPQ)
- Wahana Kesejahteraan Berbasis Masyarakat (WKSBM)
- Kegiatan pembinaan sosial dan keagamaan warga
Program-program tersebut menjadikan masjid sebagai ruang bersama yang tidak hanya melayani kebutuhan ibadah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Bambang berharap kerja sama dengan Yayasan Al-Musodir Al-Asriah dapat berlanjut untuk mendukung pembangunan masjid lain di wilayah Kalurahan Ngipak pada 2027.
Transparansi Dana Jadi Komitmen Panitia
Panitia pembangunan juga berkomitmen menjaga keterbukaan pengelolaan dana pembangunan.
Sebagai bentuk transparansi, laporan keuangan pembangunan akan dipasang di papan pengumuman masjid sehingga dapat diakses jemaah maupun para donatur.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pembangunan rumah ibadah.
Hingga akhir acara peresmian, warga masih memadati area masjid untuk berfoto, bersilaturahmi, dan melihat langsung bangunan baru yang menjadi kebanggaan bersama.
Bagi masyarakat Padukuhan Jetis, Masjid Darul Iman kini bukan hanya tempat beribadah. Bangunan itu menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan semangat membangun desa dari kekuatan masyarakat sendiri.