
Kepindahan tokoh yang pernah memimpin kabupaten berjuluk Handayani itu sontak mengundang perhatian publik. Kehadirannya tidak sekadar menjadi anggota biasa, melainkan diproyeksikan menempati posisi strategis di tubuh PSI DIY.
Langkah Baru
Langkah politik Sunaryanta menandai babak baru setelah purna dari kursi bupati. Ia kini siap memainkan peran penting dalam arena politik yang lebih luas.
Publik menilai, manuver ini bisa menjadi titik balik PSI DIY yang tengah memacu diri untuk lolos dengan kekuatan penuh pada Pemilu 2029.
Ketua DPW PSI DIY, Kamaruddin, menegaskan bahwa kehadiran Sunaryanta merupakan energi baru bagi partai yang dikenal sebagai rumah politik generasi muda itu.
Ia menuturkan, DPD PSI Gunungkidul saat ini sudah hampir rampung persiapannya, mulai dari pembentukan kantor, penyusunan struktur DPC hingga pembentukan DPRT.
“DPD Gunungkidul siap verifikasi sebagai partai politik peserta pemilu. Apalagi Pak Haji Sunaryanta sudah bergabung, beliau mantan bupati, jadi lebih mudah untuk menggerakkan anggota,” tegas Kamaruddin usai konsolidasi partai, Senin (2/9/2025) malam.
Pernyataan itu semakin menegaskan posisi Sunaryanta yang tidak sekadar menjadi kader baru. Kamaruddin secara terbuka menyatakan bahwa mantan bupati itu akan menempati jabatan penting, meski detailnya belum diumumkan.
“Pak Sunaryanta sudah resmi menjadi kader PSI. Jabatan strategis apa yang nanti diemban, itu akan kita lihat di episode selanjutnya,” tambahnya.
PSI tidak sekadar menerima tokoh besar, melainkan juga membangun strategi matang untuk merebut kursi legislatif. Kamaruddin menargetkan minimal 4 kursi DPRD DIY pada Pemilu 2029. Sementara di Kabupaten Gunungkidul, PSI memasang target 3 kursi DPRD.
“Di kabupaten/kota kita menargetkan 3 kursi kok, nggak banyak. Tapi target ini realistis karena kita sudah punya basis, apalagi ada figur seperti Pak Sunaryanta,” ujarnya.
Mantan Bupati Gunungkidul
Di sisi lain, H. Sunaryanta dengan tenang membenarkan bahwa dirinya telah resmi bergabung dengan PSI. Ia mengaku, keputusannya ini lahir dari ajakan rekan-rekan politik di Gunungkidul maupun DPW PSI DIY.
“Ya pada hari ini saya sudah mulai berpolitik dengan masuk PSI,” ungkapnya.
Mantan orang nomor satu di Gunungkidul itu kememiliki samaan visi dengan PSI, yaitu partai nasionalis, modern, dan terbuka. Ia menyebut, meski sudah memutuskan masuk PSI, tetap menghormati keberadaan partai lain.
“Saya menghormati semuanya, karena partai-partai lain juga rekan-rekan kita semua warga masyarakat Gunungkidul. Kita saling menghormati, itu yang terpenting,” jelasnya.
Sunaryanta juga memastikan bahwa sejumlah relawan yang dulu setia mendukungnya ketika menjabat bupati kini sudah ikut masuk ke dalam barisan PSI. Kehadiran mereka semakin memperkuat basis partai di akar rumput.
Dengan modal jaringan luas, pengalaman birokrasi, serta loyalitas relawan, manuver politik Sunaryanta akan memperkokoh langkah PSI di DIY, khususnya di Gunungkidul.
Langkah Sunaryanta ini jelas menambah panas dinamika politik di Gunungkidul. Sebagai mantan bupati, ia masih memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat, terutama para loyalis yang menaruh harapan pada kiprahnya.
Dengan masuknya Sunaryanta, PSI kini tidak lagi dianggap partai kecil tanpa basis. Justru sebaliknya, partai ini kini tampil dengan kekuatan baru yang siap mengguncang perimbangan politik di Bumi Handayani. (ef linangkung)