
KabarJawa.com– Malam Tirakatan Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak) 2025 di Monumen Pahlawan Pancasila, Sleman, Yogyakarta, Selasa (30/9) malam, menjadi panggung refleksi mendalam atas perjuangan bangsa Indonesia.
Ribuan peserta hadir dengan khidmat. Mulai dari jajaran Forkopimda, DPRD DIY, ASN, organisasi masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar SMA/SMK, menyatu dalam semangat Pancasila.
Asisten Sekda DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk introspeksi dan retrospeksi atas perjalanan bangsa.
“Introspeksi terhadap jatidiri Bangsa Indonesia, apakah kita masih konsisten menjadikan NKRI sebagai negara-bangsa, serta Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Retrospeksi dengan nitik-laku, menengok jejak sejarah pergulatan bangsa, untuk niti-laku, mengkaji dan menguji potret perjuangan masa lalu, lalu napak-laku ketauladanan para pendiri bangsa,” tutur Aria.
Aria mengingatkan, bangsa Indonesia tidak boleh membiarkan Pancasila hanya terjebak dalam mitos sejarah atau simbol seremonial. Menurutnya, Pancasila harus benar-benar hidup sebagai ideologi praktis yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
“Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi praktis, maka setiap tantangan, perbedaan, dan konflik apa pun dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat. Pancasila punya landasan nilai yang kokoh, dengan prinsip musyawarah mufakat yang hidup di masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan bangsa harus menghadirkan rasa keadilan dan kemajuan nyata bagi seluruh rakyat. Dan Indonesia tidak boleh terjebak pada slogan semata.
“Kita harus menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh rakyat kecil,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Aria mengajak seluruh masyarakat memaknai Hari Kesaktian Pancasila dengan hati yang arif, sembari menjaga spiritualitas dan memperkuat iman. Dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, dia yakin bisa mengatasi tantangan zaman.
“Bersama Pancasila sebagai perekat bangsa, kita bangun masa depan Indonesia yang lebih besar dan lebih raya,” pungkasnya. (ef linangkung)