Mahasiswa UAJY Dalami Budaya Jawa Lewat Program Jogja Istimewa di Keraton Yogyakarta

Bagikan :
Mahasiswa UAJY belajar budaya Jawa langsung di Keraton Yogyakarta melalui program Jogja Istimewa, mengenal tari klasik, busana, hingga olahraga tradisional.

KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta kembali menggelar program pengenalan budaya bertajuk Jogja Istimewa Tahun Ajaran 2025/2026 Gelombang II yang berlangsung di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Sabtu (14/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester dua dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Kedokteran (FK) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap budaya lokal Yogyakarta.

Program ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Jawa, termasuk unggah-ungguh atau tata krama, yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung praktik budaya yang masih lestari hingga saat ini.

Pengenalan Budaya melalui Pembagian Kelompok

Dalam pelaksanaan gelombang kedua ini, peserta dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok mengikuti rangkaian pengenalan budaya yang berbeda secara bergiliran. Lima materi utama yang diperkenalkan meliputi Tata Busana, Lebdaswara, Tari Klasik, Plintheng, dan Jemparingan.

Metode rotasi ini memungkinkan seluruh mahasiswa mendapatkan pengalaman yang sama dalam memahami berbagai aspek budaya Jawa, mulai dari seni, busana, hingga olahraga tradisional.

Baca juga  Menikmati Long Weekend dengan Jelajah Budaya dan Sejarah di Keraton Yogyakarta yang Penuh Cerita

Belajar Filosofi Lewat Tata Busana Jawa

Pada sesi Tata Busana, mahasiswa diperkenalkan dengan cara mengenakan pakaian adat Jawa, khususnya penggunaan jarik. Mereka juga mempraktikkan pembuatan wiru, yaitu lipatan kecil di bagian depan jarik yang memiliki nilai estetika sekaligus filosofi tersendiri dalam budaya Jawa.

Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga mengajak mahasiswa memahami makna di balik setiap detail busana tradisional.

Mengenal Lebdaswara dan Peran Penembang Pria

Sesi berikutnya memperkenalkan Lebdaswara, yaitu seni vokal dalam karawitan Jawa. Mahasiswa dikenalkan dengan profesi penembang pria atau pasindhen pria yang melantunkan tembang sebagai bagian dari iringan gendhing.

Pengenalan ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa tentang keragaman peran dalam seni tradisional Jawa yang selama ini mungkin belum banyak diketahui.
Menyaksikan Keindahan Tari Klasik Keraton

Di kawasan Sasana Hinggil Dwi Abad, mahasiswa berkesempatan menyaksikan langsung pertunjukan tari klasik Keraton Yogyakarta, salah satunya Tari Beksa. Tarian ini menampilkan keindahan gerak yang sarat nilai estetika serta filosofi budaya Jawa yang mendalam.

Baca juga  Bisa Ditonton Umum! Ini Jadwal Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem Kraton Jogja 2026

Pengalaman ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana tradisi tari klasik tetap dijaga dan dilestarikan di lingkungan keraton.

Olahraga Tradisional: Plintheng dan Jemparingan

Selain seni dan busana, mahasiswa juga diperkenalkan dengan olahraga tradisional Jawa di kawasan Kamandhungan Kidul, yaitu plintheng dan jemparingan.

Kegiatan ini memperluas pemahaman mahasiswa bahwa budaya Jawa tidak hanya terbatas pada seni pertunjukan, tetapi juga mencakup aktivitas fisik tradisional yang memiliki nilai historis dan filosofis.

Upaya Pelestarian Budaya untuk Generasi Muda

Melalui program Jogja Istimewa, UAJY menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman budaya lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Dengan keterlibatan langsung mahasiswa dalam praktik budaya, diharapkan muncul kesadaran untuk ikut melestarikan warisan budaya Yogyakarta sebagai bagian dari identitas daerah.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid