
KabarJawa.com – Mahasiswa internasional peserta Summer Program 2026 Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mempresentasikan hasil pembelajaran dan temuan lapangan mereka dalam acara Final Presentation yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan program pada Jumat (12/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 3420, Kampus III Gedung St. Bonaventura itu menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan hasil observasi, analisis, serta rekomendasi terkait pengelolaan sampah berkelanjutan yang dipelajari selama mengikuti program.
Summer Program 2026 yang diselenggarakan oleh International Undergraduate Program in Industrial Engineering (IUPIE) UAJY mengangkat tema Waste Management. Program ini diikuti mahasiswa internasional yang selama satu bulan terakhir mempelajari berbagai praktik pengelolaan limbah melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan kunjungan lapangan.
Peserta Pelajari Praktik Pengelolaan Sampah dari Berbagai Institusi
Dalam sesi presentasi akhir, peserta memaparkan hasil kunjungan mereka ke sejumlah komunitas dan institusi yang menjadi bagian dari program pembelajaran. Lokasi yang dikunjungi antara lain Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, KWT Minggunani, Kraton Yogyakarta, serta kunjungan industri ke Djarum.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai berbagai pendekatan pengelolaan sampah yang menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Mereka juga mempelajari bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk mendukung sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Tidak hanya mengamati praktik yang telah berjalan, para peserta juga melakukan identifikasi terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi komunitas. Beberapa permasalahan yang ditemukan di antaranya proses pengumpulan sampah dan pemilahan yang masih dilakukan secara manual.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, mahasiswa menyusun sejumlah rekomendasi yang dinilai dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di lokasi yang mereka pelajari.
Materi Akademik Perkuat Kemampuan Analisis Peserta
Selain mengikuti kegiatan lapangan, peserta Summer Program 2026 juga mendapatkan pembelajaran akademik terkait Life Cycle Assessment (LCA) dan Engineering Economy.
Materi Life Cycle Assessment memberikan pemahaman mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh suatu produk sepanjang siklus hidupnya. Sementara itu, pembelajaran Engineering Economy membantu peserta memahami pentingnya mempertimbangkan aspek ekonomi dalam setiap keputusan rekayasa.
Kombinasi kedua materi tersebut memberikan bekal bagi mahasiswa untuk merancang solusi yang tidak hanya memperhatikan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memiliki kelayakan dari sisi ekonomi sehingga dapat diterapkan secara nyata.
UAJY Dorong Implementasi Pengetahuan di Negara Asal Peserta
Usai sesi presentasi, Koordinator Program Internasional Program Studi Teknik Industri UAJY, Ir. Timothy Rey Laheba, S.T., M.Eng., IPM, memberikan apresiasi sekaligus tanggapan kepada para peserta melalui sesi tanya jawab.
Melalui diskusi tersebut, pihak penyelenggara memastikan bahwa seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Summer Program di UAJY dapat memberikan dampak nyata dan berpotensi diterapkan oleh peserta ketika kembali ke negara asal mereka, yakni Filipina dan Thailand.
Salah satu peserta, Jc Lian Gumia Francisco, mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan selama menjalani program di Yogyakarta. Ia menilai keramahan masyarakat menjadi salah satu hal yang paling membantunya beradaptasi selama berada di Indonesia.
“Yogyakarta telah menjadi rumah kedua kami selama satu bulan terakhir. Kehangatan mereka membuat tempat yang kami tinggali terasa akrab, dan kebaikan mereka membuat proses adaptasi kami menjadi jauh lebih mudah,” ucap Lian.
Farewell Party Meriahkan Penutupan Program Internasional
Setelah presentasi berakhir, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Farewell Party yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian peserta adalah performance competition yang menampilkan pementasan cerita rakyat Bandung Bondowoso dan Timun Mas oleh mahasiswa dari Bulacan State University. Penampilan tersebut menjadi bagian dari pertukaran budaya yang mewarnai keseluruhan program.
Suasana semakin meriah melalui berbagai permainan dan sesi ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai negara yang telah berinteraksi selama program berlangsung.
Acara penutupan kemudian diakhiri dengan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah dari sejumlah kompetisi yang telah digelar selama Summer Program 2026, termasuk cooking competition dan performance competition.
Bulacan State University Apresiasi Kemitraan dengan UAJY
Dalam kesempatan yang sama, IE Chair Program Bulacan State University, Engr. Jeremy Laurence M. Bañez, menyampaikan apresiasinya terhadap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Summer Program di UAJY.
Menurutnya, hubungan yang terjalin selama program berlangsung tidak hanya sebatas kerja sama akademik, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang berkesan bagi seluruh peserta.
“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan saya sangat menghargai semua hal yang telah kita alami di sini. Rasanya kita tidak hanya mengunjungi sebuah universitas, tetapi kita mengunjungi sebuah keluarga di sini. Saya sangat senang bahwa kemitraan dengan UAJY semakin berkembang,” kata Jeremy.
Melalui penyelenggaraan Summer Program 2026, UAJY berharap kolaborasi internasional yang telah dibangun bersama berbagai institusi pendidikan luar negeri dapat terus berkembang. Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan akademik, pertukaran budaya, serta upaya mewujudkan keberlanjutan di tingkat global.