
Yogyakarta, KabarJawa.com – Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FK UAJY) memperkuat hubungan akademik internasional melalui penyelenggaraan Immersion Program bersama Nanjing Xiaozhuang University (NXU) China. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 tersebut digelar di Ruang 2013, Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas.
Kedatangan rombongan NXU disambut oleh Wakil Dekan I FK UAJY dr. Angieda Soeparto, MPH., M.Biomed., Wakil Dekan II Martinus Maslim, S.T., M.T., Ph.D., serta dosen, laboran, dan mahasiswa FK UAJY.
Dalam sambutannya, Martinus Maslim berharap Immersion Program tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperkenalkan berbagai sisi kehidupan di Yogyakarta kepada para peserta. Menurutnya, interaksi selama program dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman langsung sekaligus mengenal budaya dan masyarakat Indonesia.
“Melalui program ini, kami berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman yang berharga, tidak hanya melalui pembelajaran di Fakultas Kedokteran, tetapi juga dengan merasakan kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta pesona Yogyakarta yang tidak terbatas,” ujar Martinus.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan program juga disampaikan oleh Tina Wei Tian, pengajar dari NXU. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi ruang bagi kedua institusi untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Tina juga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan FK UAJY.
“Program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk saling belajar satu sama lain. Terima kasih atas kebaikan serta sambutan hangat yang telah diberikan kepada kami,” kata Tina.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Implementation Agreement antara FK UAJY dan NXU. Dokumen kerja sama itu ditandatangani oleh dr. Angieda Soeparto mewakili FK UAJY dan Sophie Mou sebagai perwakilan NXU.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi untuk memperluas kolaborasi akademik sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih berkelanjutan.
Usai agenda seremoni dan pemaparan kegiatan, mahasiswa NXU mengikuti rangkaian pembelajaran langsung di sejumlah fasilitas FK UAJY. Mereka mengunjungi beberapa laboratorium di Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas, di antaranya Laboratorium Fisiologi, Laboratorium Terpadu III yang mencakup Histologi dan Patologi Anatomi, Laboratorium Farmakologi, Laboratorium Biomolekuler, serta Laboratorium Terpadu I untuk Biokimia dan Patologi Klinik.
Kegiatan kemudian berlanjut di Kampus IV, Gedung Don Bosco. Di fasilitas skill lab, para peserta memperoleh pengenalan mengenai berbagai sarana pembelajaran keterampilan klinis.
Pada Station 11, mahasiswa NXU mempelajari penggunaan peralatan yang digunakan dalam prosedur bedah minor. Sementara itu, di Station 12 dan Station 13, mereka mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar atau BHD.
Rangkaian Immersion Program tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik dan keterampilan medis. Para peserta juga diajak mengenal budaya Indonesia melalui sesi bermain angklung bersama mentor.
Kegiatan tersebut menjadi penutup yang mempertemukan pengalaman belajar di bidang kedokteran dengan pengenalan terhadap salah satu warisan seni tradisional Indonesia.
Zhao Ru, salah satu pengajar NXU, mengungkapkan kesannya terhadap program yang disiapkan FK UAJY. Ia menyebut rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang beragam bagi delegasi NXU.
“Kami benar-benar mendapatkan pengalaman yang luar biasa. UAJY telah menyiapkan beragam kegiatan yang sangat menarik, mulai dari pelatihan pertolongan pertama hingga praktik memainkan alat musik tradisional yang merupakan bagian dari warisan budaya. Kami sangat merasakan kehangatan dan antusiasme dari seluruh pihak di sini. Terima kasih banyak,” ungkap Zhao.
Melalui kegiatan ini, FK UAJY dan Nanjing Xiaozhuang University tidak hanya memperluas ruang interaksi antar mahasiswa dan pengajar, tetapi juga membangun dasar kerja sama akademik yang lebih kuat.
Immersion Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kolaborasi internasional di bidang pendidikan kedokteran. Selain memperkaya pengalaman belajar, program ini juga membuka kesempatan bagi sivitas akademika kedua institusi untuk bertukar pengetahuan, memperluas wawasan, serta mengenal budaya masing-masing secara langsung.***