
KabarJawa.com– Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong kemajuan pariwisata berbasis desa.
Melalui Lomba Gelar Potensi Desa Wisata (LGPDW) 2025, GKR Bendara selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY menekankan pentingnya strategi promosi kreatif.
Jadi, desa wisata di Kulon Progo semakin percaya diri bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
Konsep Lomba Gelar Potensi Desa Wisata Kulon Progo 2025
GKR Bendara yang sekaligus memimpin tim juri menilai, potensi dan pengelolaan desa wisata di Kulon Progo sudah cukup baik. Namun, ia menegaskan teknik promosi masih menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki.
“Banyak desa wisata sudah memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, tetapi videonya masih terjebak dalam format dokumenter. Promosi harus berani mengangkat keunikan masing-masing desa dengan visual resolusi tinggi dan informasi lengkap, mulai dari rute, tarif, hingga contact person,” ujar GKR Bendara.
Pada tahun 2025, konsep penilaian lomba mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya dominan pada aspek pengelolaan destinasi, tahun ini juri menitikberatkan pada strategi promosi.
Desa wisata wajib menunjukkan kemampuan promosi melalui video, pameran, hingga table top yang mempertemukan langsung pengelola dengan biro perjalanan.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, S.STP., M.Eng, menjelaskan mekanisme baru ini dirancang sesuai arahan GKR Bendara.
Juri menilai konten video dengan bobot 40 persen. Selain itu, peserta harus bisa menampilkan layanan wisata dan produk unggulan dalam pameran.
‘Penilaian dilakukan oleh lima akademisi yang kompeten di bidang pariwisata dan promosi,” jelas Sutarman.
Peserta Lomba
Sebanyak 28 desa wisata dari berbagai penjuru Kulon Progo ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Para peserta menampilkan keindahan alam, kearifan lokal, hingga inovasi promosi digital yang mereka kembangkan.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang membuat acara ini berjalan sukses.
Ia menegaskan lomba ini tidak sekadar kompetisi, tetapi langkah strategis memperkuat identitas pariwisata Kulon Progo.
“Dengan lomba ini, desa wisata semakin percaya diri mengangkat potensi masing-masing. Saya berharap promosi yang kreatif membuat Kulon Progo mampu bersaing di kancah internasional. Pariwisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang cara bercerita kepada dunia,” tegas Ambar Purwoko.
Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para peserta. Vero, pengurus Desa Wisata Pendoworejo, merasa bangga bisa tampil di LGPDW 2025. Dia merasa senang sekali dapat berpartisipasi.
“Desa kami memiliki potensi alam yang luar biasa. Dengan promosi yang tepat, saya yakin potensi ini bisa meningkatkan ekonomi warga,” ungkap Vero.
Hasil penilaian menempatkan Desa Wisata Sidorejo sebagai juara pertama. Disusul Banjarasri di posisi kedua, Gulurejo di posisi ketiga, Widosari di posisi keempat, dan Glagah di posisi kelima.
Selain itu, lomba asah terampil desa wisata juga memunculkan juara baru. Desa Wisata Sendangsari keluar sebagai terbaik pertama, diikuti Desa Wisata Sukoreno dan Desa Wisata Gerbosari. (ef linangkung)