
KabarJawa.com– Sebuah insiden tabrakan beruntun melibatkan enam kendaraan terjadi di Jalan Yogya–Wonosari KM 18.
Tepatnya,kecelakaan terjadi di selatan Kelurahan Lama Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (21/10/2025) sekitar pukul 07.10 WIB.
Berdasarkan laporan resmi dari Polsek Patuk Resor Gunungkidul, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil yang belum diketahui identitasnya dan lima sepeda motor: Yamaha N-Max AB-4926-RP, Honda Beat AB-2559-UM, Honda Beat AB-3032-MV, Honda Beat AB-3938-YY, serta Megapro AB-3704-CD.
Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, mengungkapkan bahwa seluruh kendaraan melaju dari arah Wonosari menuju Yogyakarta.
Saat melewati jalan lurus menanjak dengan marka garis tidak putus, mobil di depan tiba-tiba mengurangi kecepatan secara mendadak. Lima sepeda motor yang melaju rapat di belakangnya tidak sempat mengerem dan akhirnya saling bertabrakan beruntun.
“Kecelakaan terjadi akibat kendaraan di depan memperlambat laju secara tiba-tiba. Pengendara di belakang tidak sempat mengerem dan terjadilah tabrakan beruntun,” terang Iptu Paryadi.
Benturan keras membuat pengendara dan pembonceng terhempas ke aspal. Beberapa motor terguling ke pinggir jalan, sementara mobil yang memicu insiden langsung melaju pergi, meninggalkan lokasi tanpa jejak.
Tujuh Orang Luka-Luka
Petugas mencatat tujuh korban mengalami luka ringan, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Berikut data para korban yang dirilis oleh pihak kepolisian.
- Rohani (40), warga Pulutan Wonosari, mengalami lecet di kaki, perawatan di Puskesmas Patuk 1.
- Ilham Alfin Aziz Firmansyah (21), warga Kedungkeris Nglipar, mengalami luka sobek di kaki kanan dan perawatan di RS Nur Rohmah Playen.
- Yoga Prastawan (23) dan Mega Oktavia (22), pasangan asal Patuk, mengalami luka lecet di kaki, tangan, dan sobek di bibir.
- Rindi Eviani (18), pelajar asal Dengok Playen, mengalami luka lecet di bagian kaki.
- Mahadi (30) dan Tri Rahayu, S.Ak. (31), pasangan asal Umbulrejo, Ponjong, mengalami luka lecet di tangan dan kaki, keduanya dalam perawatan Puskesmas Patuk.
Para korban sempat mendapat pertolongan pertama dari warga sekitar sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Semua korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan stabil.
Kerugian Tabrakan Beruntun di Jalan Yogya–Wonosari
Selain korban luka, seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah. Yamaha N-Max mengalami baret di bodi depan.
Honda Beat AB-3032-MV rusak di bagian selebor, Honda Beat AB-3938-YY lecet di bodi kiri dan sempat tidak bisa menyala, sedangkan Megapro AB-3704-CD mengalami ringsek di bodi depan.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi kendaraan, dan mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa saksi, termasuk Riski Reibunawan, anggota Polri yang kebetulan melintas, serta Ngadija, warga setempat, turut memberikan keterangan kepada petugas.
“Kami sudah mengamankan TKP dan mendata seluruh korban. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena pengendara tidak menjaga jarak aman dan gagal mengantisipasi perubahan kecepatan kendaraan di depannya,” jelas Iptu Paryadi.
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Arus lalu lintas yang sempat tersendat akhirnya kembali normal sekitar pukul 08.15 WIB setelah kendaraan yang rusak berhasil dipindahkan ke tepi jalan.
Polsek Patuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur utama Wonosari–Yogyakarta, terutama di kawasan Patuk yang memiliki kontur jalan menanjak dan berliku.
“Kami mengingatkan agar para pengendara selalu fokus dan menjaga jarak aman. Jangan terlalu dekat dengan kendaraan di depan, terutama di jalur menanjak seperti Patuk. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas,” tegas Iptu Paryadi.
Hingga berita ini tayang, polisi masih menelusuri identitas kendaraan roda empat yang diduga menjadi pemicu kecelakaan.
Berdasarkan keterangan saksi, mobil tersebut berwarna gelap dan melaju meninggalkan lokasi sesaat setelah tabrakan terjadi.
Petugas kini mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sepanjang jalur Patuk–Piyungan untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan kronologi secara lengkap. (ef linangkung)