
KabarJawa.com– Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan uang layak edar (ULE) di tengah masyarakat meningkat signifikan. Menjawab lonjakan kebutuhan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat.
Bank Indonesia DIY menyiapkan uang layak edar sebesar Rp4,99 triliun selama periode Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa pihaknya menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah baru secara luas, terstruktur, dan akses mudah.
“Kami memastikan masyarakat DIY dapat memperoleh uang layak edar dengan aman, tertib, dan sesuai kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri,” tegas Sri Darmadi dalam Kick Off SERAMBI 2026 di Yogyakarta.
Pembukaan SERAMBI 2026 secara Nasional
Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, membuka secara resmi kegiatan SERAMBI 2026 pada Jumat, 13 Februari 2026 di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.
Secara nasional, Bank Indonesia menyediakan ULE sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia selama Ramadan dan Idulfitri.
Pada hari yang sama, pukul 13.30 hingga 15.00 WIB, Sri Darmadi Sudibyo memimpin Kick Off SERAMBI 2026 di wilayah DIY. Ia mengundang pimpinan perbankan serta pengurus masjid yang menjadi lokasi layanan penukaran uang.
Langkah tersebut memperlihatkan komitmen kuat Bank Indonesia bersama perbankan dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah di tengah masyarakat.
Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Bank Indonesia menyediakan ULE sebesar Rp4,99 triliun, meningkat 8,24 persen secara tahunan daripada realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp4,61 triliun.
Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat DIY selama Ramadan dan Idulfitri.
Selain menyediakan uang tunai, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat memanfaatkan kanal transaksi digital seperti mobile banking, internet banking, QRIS, dan BI-FAST untuk berbagai kebutuhan pembayaran.
Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Rupiah Baru di DIY
Bank Indonesia DIY membuka layanan penukaran uang Rupiah pada 23 Februari hingga 12 Maret 2026 di sejumlah lokasi strategis.
1. Layanan Kas Keliling di Masjid (23–26 Februari 2026)
Bank Indonesia DIY mengoperasikan kas keliling di 6 masjid.
- 2 masjid di Kota Yogyakarta
- 1 masjid di Kabupaten Sleman
- 1 masjid di Kabupaten Bantul
- 1 masjid di Kabupaten Kulon Progo
- 1 masjid di Kabupaten Gunungkidul
2. Layanan 34 Bank Umum (25 Februari–12 Maret 2026)
Sebanyak 34 bank umum di wilayah DIY membuka layanan penukaran uang bagi masyarakat selama periode SERAMBI 2026.
3. Penukaran Uang Terpadu di Pendopo Graha Wanabhaktiyasa (3–5 Maret 2026)
Bank Indonesia DIY bekerja sama dengan 9 bank.
- Bank Mandiri
- BRI
- BNI
- BTN
- BPD DIY
- BSI
- Bank Muamalat
- CIMB Niaga
- Mandiri Taspen
Kesembilan bank tersebut membuka layanan penukaran uang terpadu di Halaman Pendopo Graha Wanabhaktiyasa pada 3–5 Maret 2026.
Tata Cara Penukaran Uang Baru Melalui Aplikasi PINTAR
Bank Indonesia mewajibkan masyarakat melakukan pemesanan penukaran uang melalui Aplikasi PINTAR di laman resmi https://pintar.bi.go.id.
Masyarakat dapat mengikuti langkah berikut.
- Mengakses laman PINTAR.
- Memilih lokasi dan jadwal penukaran yang tersedia.
- Mengisi data diri sesuai identitas.
- Mengunduh bukti pemesanan.
- Hadir sesuai jadwal dengan membawa bukti pemesanan dan KTP.
Setiap orang dapat menukar uang maksimal sebesar Rp5.300.000, dengan rincian berikut.
- Rp50.000 sebanyak 50 lembar
- Rp20.000 sebanyak 50 lembar
- Rp10.000 sebanyak 100 lembar
- Rp5.000 sebanyak 100 lembar
- Rp2.000 sebanyak 100 lembar
- Rp1.000 sebanyak 100 lembar
Bank Indonesia menegaskan bahwa sistem digital ini menjaga ketertiban, menghindari antrean panjang, serta memastikan distribusi uang berlangsung merata.
Ajak Masyarakat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Dalam momentum Ramadan ini, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
- Cinta Rupiah
Masyarakat perlu mengenali keaslian uang dengan metode 3D.
- Dilihat
- Diraba
- Diterawang
Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat merawat uang dengan prinsip 5J.
- Jangan dilipat
- Jangan dicoret
- Jangan diremas
- Jangan distapler
- Jangan dibasahi
- Bangga Rupiah
Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan bangsa Indonesia.
- Paham Rupianh
Masyarakat perlu berbelanja sesuai kebutuhan, mengutamakan produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Melalui SERAMBI 2026, Bank Indonesia DIY menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelancaran transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Peningkatan penyediaan uang layak edar hingga Rp4,99 triliun menjadi bukti kesiapan otoritas moneter dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai. (ef linangkung)