Layang-Layang Bakal Jadi Ekstrakurikuler SMK, Program Diremtok Angkasa Siapkan 12 Sekolah

Bagikan :
Program Diremtok Angkasa disiapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sejumlah SMK untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan siswa. (Ist)

KabarJawa.com – Kementerian Pendidikan menyiapkan program pengembangan kreativitas dan kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui Program Diremtok Angkasa.

Program yang memadukan unsur kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan tersebut direncanakan mulai diterapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sejumlah sekolah yang telah lolos proses verifikasi.

Ketua Jaringan Industri Kreatif Festival (JIKF), Anang Sarjiyanto, mengatakan organisasinya tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan festival, tetapi juga mendapat mandat dari Kementerian Pendidikan untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis proyek atau Project Based Learning bagi siswa SMK.

Menurut Anang, program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan peserta didik agar mampu menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami di luar kegiatan festival juga mendapat tugas dari Kementerian Pendidikan untuk memberikan pelatihan berbasis proyek kepada siswa SMK. Kami ingin membekali mereka dengan keterampilan mulai dari membuat produk yang berkualitas, membedakan hasil yang baik, memproduksinya dengan benar, hingga mampu memasarkannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kreatif yang relevan dengan perkembangan industri kreatif.

Baca juga  MBG Selama Ramadan, Ujian Adaptivitas Kebijakan Publik dan Rasionalitas Anggaran Negara

Dua Sekolah di Yogyakarta Lolos Verifikasi

Direktur Program Angkasa, Rizal Rusadi, mengatakan program tersebut kini memasuki tahap pengembangan setelah dua sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta dinyatakan lolos verifikasi kementerian.

Kedua sekolah tersebut adalah SMK Negeri 7 Yogyakarta dan SMSR Yogyakarta.

Rizal menjelaskan Kementerian Pendidikan telah menyiapkan 12 sekolah sebagai tahap awal pelaksanaan program ekstrakurikuler tersebut.

Pada tahun pertama, program akan dijalankan di sejumlah sekolah yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Informasi terakhir yang kami terima, tahun depan program ini akan masuk sebagai agenda ekstrakurikuler di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk. Untuk sementara ada 12 sekolah yang dipersiapkan sebagai pelaksana awal,” kata Rizal.

Menurut Rizal, Program Diremtok Angkasa tidak hanya mengajarkan siswa membuat layang-layang sebagai produk akhir.

Program tersebut dirancang untuk membangun kompetensi peserta didik secara menyeluruh, mulai dari kemampuan berpikir kreatif, penguasaan teknologi, pemahaman aerodinamika, hingga prinsip-prinsip dasar penerbangan.

Seluruh proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan berbasis proyek sehingga siswa diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memiliki nilai jual.

Baca juga  Tempat Parkir Jogja International Kite Festival 2025, Ada di Mana Saja?

“Tujuan utama program ini bukan sekadar mengajarkan cara membuat layang-layang. Kami ingin membangun kompetensi siswa dari proses berpikir kreatif, memahami teknologi, mempelajari aerodinamika, mengenal teknik penerbangan, hingga mampu menghasilkan produk yang layak dipasarkan,” ujarnya.

Rizal optimistis program tersebut dapat mendorong lahirnya produk-produk inovatif karya siswa yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Menurutnya, apabila pelaksanaan program menunjukkan hasil yang baik dan prestasi peserta terus meningkat, Indonesia memiliki peluang membawa karya-karya tersebut ke ajang internasional sebagai representasi kreativitas generasi muda.

Melalui Program Diremtok Angkasa, pemerintah berharap lulusan SMK tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta menghasilkan produk kreatif yang memiliki daya saing di pasar global.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid