Lagi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas untuk Kedua Kalinya Jumat Ini, Aktivitas Vulkanik Kian Intens

Bagikan :
Awan Panas Kedua/Foto: narotama.ac.id

KabarJawa.com — Gunung Merapi kembali menegaskan statusnya sebagai gunung api paling aktif di Indonesia.

Pada Jumat pagi (2/1/2026), Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran untuk kedua kalinya dalam satu hari, memicu kewaspadaan tinggi di kawasan lereng dan sekitarnya.

Peristiwa ini terjadi saat aktivitas masyarakat mulai meningkat, menghadirkan ketegangan di balik rutinitas pagi yang tampak biasa.

Awan Panas Kedua

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa mengatakan Badan Geologi melalui pemantauan intensif mencatat awan panas guguran tersebut meluncur pada pukul 10.39 WIB.

Awan panas bergerak sejauh 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

“Hulu kali Krasak itu salah satu alur sungai yang selama ini menjadi jalur rawan luncuran material vulkanik Merapi,” ujarnya.

Instrumen seismik merekam amplitudo maksimum 34,91 milimeter dengan durasi 137,53 detik, menandakan energi besar yang dilepaskan dari tubuh gunung.

Arah angin yang bertiup ke timur membuat luncuran awan panas bergerak stabil mengikuti kontur lembah, mempertegas ancaman nyata di sektor barat daya Merapi.

Baca juga  Catat! Update Terbaru Lokasi & Daftar Event Jogja Juli 2025 Saat Libur Semester

Sejak pagi hari, kawasan puncak Gunung Merapi tertutup kabut tebal. Langit mendung menggantung rendah, sementara udara dingin menyelimuti lereng gunung.

Suasana yang tampak tenang itu justru menyimpan aktivitas internal yang terus bergejolak.

Petugas pengamatan tidak melihat asap kawah secara visual, namun alat pemantau merekam sinyal kuat dari dalam tubuh gunung.

Awan panas yang meluncur tanpa peringatan visual itu menjadi bukti bahwa dapur magma Merapi tetap aktif dan berbahaya.

Badan Geologi menilai kejadian awan panas guguran ini sebagai indikasi kuat bahwa suplai magma di Gunung Merapi masih berlangsung.

Pergerakan magma tersebut mendorong ketidakstabilan kubah lava dan memicu guguran material panas secara berulang.

Dalam beberapa hari terakhir, peralatan pemantauan mencatat peningkatan aktivitas kegempaan guguran dan gempa hybrid.

Kondisi ini menunjukkan tekanan dari dalam gunung belum mereda dan berpotensi kembali memicu awan panas guguran dalam waktu dekat.

Sektor Barat Daya Masih jadi Ancaman Utama

Badan Geologi menegaskan bahwa potensi bahaya Gunung Merapi saat ini masih terkonsentrasi di sektor selatan hingga barat daya.

Baca juga  165 Serikat Pekerja di Yogyakarta Warnai Dinamika Ketenagakerjaan, Garda Terdepan Perjuangkan Hak Buruh

Guguran lava dan awan panas berpeluang meluncur mengikuti alur Sungai Krasak, Boyong, Bedog, dan Bebeng dengan jarak maksimal hingga 7 kilometer.

Sementara itu, sektor tenggara juga tetap menyimpan ancaman melalui alur Sungai Woro dan Sungai Gendol.

Jika Merapi memicu letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Kondisi ini membuat kawasan rawan bencana tetap steril dari aktivitas warga, termasuk kegiatan penambangan, pendakian, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Hingga Jumat siang, Badan Geologi tetap menetapkan status SIAGA (Level III) untuk Gunung Merapi.

Status ini telah berlaku sejak 5 November 2020 dan masih relevan dengan perkembangan aktivitas vulkanik terkini.

Selain ancaman awan panas guguran, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi lahar hujan, terutama saat hujan turun di kawasan puncak dan lereng Merapi.

Material vulkanik yang menumpuk di alur sungai dapat terbawa aliran air dan membahayakan permukiman di hilir.

Badan Geologi memastikan tim pemantau terus bekerja 24 jam penuh untuk mengamati setiap perubahan aktivitas Gunung Merapi.

Baca juga  Misteri Mayat di Sungai Progo Terungkap! Korban Ternyata Pria Asal Magelang yang Hilang 

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan aktivitas Merapi terkini melalui siaran langsung pemantauan Gunung Merapi dan kanal informasi resmi Badan Geologi, termasuk layanan WhatsApp khusus untuk pembaruan cepat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya