Klarifikasi Dispar Gunungkidul soal Dugaan Retribusi TPR Baron: Fakta Sebenarnya Terungkap, Sistem Pembayaran Sah

Bagikan :
Ilustrasi TPR Pantai Selatan Gunungkidul/Foto: ChatGPT

KabarJawa.com— Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akhirnya angkat bicara terkait beredarnya video viral di media sosial yang menuding adanya dugaan pemungutan retribusi tidak sesuai ketentuan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron.

Melalui Sekretaris Dinas, Eko Nur Cahyo, pemerintah memberikan klarifikasi lengkap sekaligus meluruskan informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Dugaan Retribusi TPR Baron

Peristiwa yang memicu polemik tersebut terjadi pada Minggu, 12 April 2026. Dalam video yang beredar luas, terlihat sebuah bus pariwisata melintas di TPR Baron tanpa melalui prosedur pembayaran yang semestinya.

Tayangan itu langsung memicu berbagai spekulasi publik dan memunculkan kekhawatiran terkait transparansi pengelolaan retribusi wisata di kawasan andalan Gunungkidul tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pariwisata bergerak cepat. Eko Nur Cahyo menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.

Ia menyatakan bahwa dinas telah menerima laporan sekaligus langsung melakukan klarifikasi kepada petugas yang bertugas di lokasi kejadian.

“Hasil penelusuran menunjukkan bahwa kendaraan bus yang terlihat dalam video sebenarnya sudah melalui proses penghitungan dan pembayaran retribusi sebelumnya. Pimpinan rombongan telah menyelesaikan pembayaran sebelum bus tiba di TPR,” jelas Eko dengan tegas.

Baca juga  Sejumlah Wilayah DIY Bakal Gelap Sementara, PLN Lakukan Pemadaman Listrik Kamis 4 September 2025

Ia memaparkan bahwa sistem yang digunakan memungkinkan pembayaran dilakukan lebih awal oleh perwakilan rombongan.

Skema ini bertujuan untuk mempercepat arus kendaraan dan menghindari antrean panjang di pintu masuk kawasan wisata, terutama pada hari libur dan akhir pekan.

Eko juga memastikan bahwa pembayaran tersebut tidak hanya sah secara prosedural, tetapi juga telah tercatat dalam sistem resmi.

Petugas di lapangan, lanjutnya, hanya menjalankan tugas berdasarkan data transaksi yang sudah masuk dan lolos verifikasi.

“Bus tersebut kami izinkan melanjutkan perjalanan karena seluruh kewajiban retribusi telah diselesaikan. Transaksinya tercatat dan dilengkapi bukti pembayaran yang sah,” imbuhnya.

Setelah melakukan penelusuran menyeluruh, Dinas Pariwisata menyimpulkan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Persepsi Masyarakat

Video tersebut, menurut Eko, menampilkan potongan peristiwa tanpa konteks utuh sehingga memunculkan persepsi yang keliru di masyarakat.

“Informasi yang beredar tidak sesuai fakta. Proses yang terjadi justru merupakan bagian dari mekanisme pembayaran yang sah dan sesuai ketentuan,” tegasnya kembali.

Baca juga  Jadwal Samsat Keliling Jogja Hari Ini 24 Juli 2026, Cek Lokasi Bantul hingga Gunungkidul

Di tengah derasnya arus informasi digital, Eko mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan konten.

Ia menilai bahwa kesalahpahaman seperti ini dapat berdampak pada citra pariwisata daerah jika tidak segera diluruskan.

Meski demikian, Dinas Pariwisata Gunungkidul tetap mengapresiasi peran aktif masyarakat dan media yang turut mengawasi jalannya pelayanan publik.

Eko menyebut partisipasi tersebut sebagai bentuk kontrol sosial yang sangat penting dalam menciptakan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Kami mengapresiasi masyarakat dan media yang melakukan konfirmasi. Pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pelayanan, khususnya dalam sektor pariwisata,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Pariwisata Gunungkidul berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam sistem pemungutan retribusi.

Mereka juga akan memperkuat sosialisasi mekanisme pembayaran kepada wisatawan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serupa.

Dengan klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh narasi yang belum tentu benar. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid