Kemarau Basah di Gunungkidul, BPBD Catat Baru Satu Wilayah Ajukan Droping Air Bersih

Bagikan :
Droping Air Bersih/Foto: Pemkab Gunungkidul

KabarJawa.com– Fenomena kemarau basah yang melanda wilayah selatan DIY memberi warna berbeda pada wajah Gunungkidul tahun ini.

Jika biasanya kekeringan melanda hampir di setiap kapanewon, kini warga justru masih bisa bernapas lega. Sumur-sumur belum kering, sumber air belum habis, dan permintaan bantuan air bersih pun merosot tajam.

Droping Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat penurunan signifikan dalam distribusi air bersih. Hingga akhir September 2025, lembaga ini baru menyalurkan delapan tangki air bersih.

Angka tersebut sangat kontras dengan tahun lalu, ketika stok 1.500 tangki yang disiapkan habis terdistribusi ke berbagai titik rawan kekeringan.

Kepala Bidang Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi, mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan. Jika dibandingkan tahun lalu, memang jauh sekali.

Tahun ini baru satu wilayah yang mengajukan bantuan air bersih, yaitu Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop.

“Padahal tahun lalu hampir semua kalurahan meminta suplai air bersih,” tegas Sumadi, Senin (29/9/2025).

Kemarau Basah di Gunungkidul

Kemarau basah terbukti memberi ruang bagi warga untuk mengandalkan sumber air lokal. Hujan yang masih turun di tengah musim kemarau membuat tanah Gunungkidul tidak sepenuhnya retak. Aliran kecil dari pegunungan karst tetap mengisi bak penampungan warga.

Baca juga  Situasi Kondusif, TNI Tetap Gencarkan Patroli Keamanan di Gunungkidul

“Wilayah seperti Saptosari dan Purwosari tahun ini relatif lebih baik. Curah hujan masih turun meski sudah masuk musim kemarau, sehingga warga masih bisa mengandalkan sumber lokal,” jelas Sumadi.

Bagi masyarakat Gunungkidul yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan bencana kekeringan, kondisi ini terasa seperti anugerah.

Sawah tadah hujan masih berproduksi, ternak tetap mendapat air minum, dan aktivitas rumah tangga berjalan tanpa harus menunggu sirine truk tangki.

Meski distribusi air menurun drastis, BPBD Gunungkidul tidak tinggal diam. Armada tangki tetap siaga, stok air siap, dan para personel berjaga jika situasi berbalik.

“Kami tetap standby. Kalau sewaktu-waktu ada permintaan, tangki bisa segera disalurkan,” tambah Sumadi.

Ia juga menegaskan, jika hingga akhir September terdapat sisa anggaran penanganan kekeringan, dana tersebut akan kembali ke kas daerah.

“Anggaran antisipasi kekeringan bersumber dari APBD. Kalau ada sisa tentu akan kami kembalikan,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan pihaknya tidak menetapkan status siaga kekeringan pada tahun ini.

Baca juga  Cuaca Kemarau Basah Angkat Harapan Petani Gunungkidul: Panen 2025 Diprediksi Melimpah

Menurutnya, ketersediaan stok air masih mencukupi, sementara curah hujan yang tetap turun hingga September menjaga situasi tetap terkendali.

“Dengan kondisi kemarau basah ini, situasi relatif aman. Kami imbau masyarakat tetap bijak menggunakan air dan menjaga sumber daya lokal agar tidak terjadi krisis di kemudian hari,” ungkap Purwono. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya