
KabarJawa.com– Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda penuh prestasi, ditemukan meninggal dunia secara misterius. Ia tengah bersiap untuk bertugas sebagai Sekretaris 2 KBRI Finlandia beberapa waktu lalu.
Kepergiannya yang mendadak membuat keluarga syok, terlebih karena mereka sudah menyiapkan langkah besar memboyong istri, anak, serta orang tua untuk mendampingi perjalanan karier sang diplomat.
Keluarga Arya Daru Syok
Arya Danu adalah diplomat muda yang cemerlang. Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan Surat Keputusan Penugasan untuk dirinya. Bahkan, seluruh biaya perjalanan sudah cair, visa keluarga sudah terbit, dan paspor sudah siap di tangan.
Menurut kuasa hukum keluarga, Nicolay Aprilindo, almarhum dengan penuh kebahagiaan sempat memperlihatkan paspor kepada istri, anak, orang tua, dan mertua.
Dengan senyum lebar ia menyampaikan bahwa keluarga besar akan segera berangkat ke Jakarta pada 30 Juli, sehari sebelum keberangkatan resmi ke Finlandia pada 31 Juli.
“Almarhum datang ke Jogja, menunjukkan paspor dengan penuh sukacita. Ia meyakinkan keluarga bahwa mereka akan segera memulai babak baru di Finlandia,” ungkap Nicolay, Sabtu (27/9/2025)
Namun, kebahagiaan itu sirna seketika. Arya Daru meninggal dunia secara misterius, hanya hitungan hari sebelum keberangkatan.
Kepergian mendadak Arya Daru membuat istrinya, Meta Ayu Puspitasari, jatuh dalam duka. Ia harus menghadapi kenyataan pahit. Suami tercinta meinggalkannya dengan dua anak kecil yang masih membutuhkan kasih sayang ayah.
Menurut kuasa hukum, Meta sempat menutup diri dan enggan berbicara ke publik karena trauma yang begitu mendalam. Dia mengalami trauma psikis yang sangat mendalam.
“Butuh waktu panjang, butuh dorongan dari orang tua, mertua, dan kami selaku penasihat hukum untuk membuat beliau berani tampil. Hari ini, beliau sudah berani speak up demi mencari keadilan bagi suaminya,” jelas Nicolay.
Teka-Teki Kematian yang Menggantung
Pihak keluarga besar mengaku tidak bisa menerima begitu saja pernyataan resmi kepolisian. Mereka menilai banyak kejanggalan dalam kematian Arya Daru.
“Apakah benar almarhum meninggal begitu saja tanpa adanya keterlibatan pihak lain? Apakah tidak ada tindak pidana? Pertanyaan itu masih menggantung sampai sekarang,” tegas Nicolay.
Ia menambahkan, keluarga merasa terguncang karena penjelasan dalam konferensi pers Polda Metro Jaya justru semakin menambah kebingungan.
“Keluarga tidak tahu harus bertanya ke siapa. Mereka hanya ingin perlindungan hukum dan keadilan, “ungkapnya.
Kasus ini tidak hanya menyita perhatian keluarga, tetapi juga publik. Empati mengalir deras dari masyarakat, media, hingga warganet. Berkat sorotan inilah, kuasa hukum yakin kasus ini tidak akan menguap begitu saja.
“Kalau tidak ada media, kasus ini bisa saja terkubur dan hilang tanpa jejak. Tapi dengan dukungan masyarakat, kasus ini tetap hidup dan harus diusut,” ujar Nicolay.
Bahkan, kuasa hukum bersama keluarga telah bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri, Sugiono. Dalam pertemuan itu, Menlu menyampaikan harapan besar agar kasus ini dibuka seterang-terangnya.
“Beliau ingin agar kematian Arya Daru tidak dianggap sepele. Harus ada penyelidikan ulang demi keadilan,” tambah Nicolay.
Kini, keluarga besar Arya Daru, terutama istri, orang tua, dan mertua, hanya menuntut satu hal: kepastian hukum dan kejelasan penyebab kematian.
“Kami tidak ingin kasus ini menjadi gelap, hilang, atau diabaikan. Arya Daru adalah aparatur negara, diplomat muda berbakat. Kematian beliau harus diusut sampai tuntas,” tegas Nicolay.
Namun, keluarga percaya bahwa kebenaran pasti akan terungkap. Harapan terakhir mereka hanyalah keadilan, demi ketenangan arwah Arya Daru Pangayunan, masa depan anak-anaknya, dan martabat bangsa yang ia wakili. (ef linangkung)