Kampung Cyber Patehan Yogyakarta: Magnet Dunia yang Kini Menyala Lagi lewat Gebyar Bhinneka 09

Bagikan :
Kampung Cyber Patehan Yogyakarta/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA– Sorotan kembali tertuju pada Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Pada Jumat (8/8), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo resmi membuka Gebyar Bhinneka 09 dan Gelar Potensi Pentas Seni dan UMKM di kawasan yang pernah memukau tokoh dunia ini.

Dengan mengusung tema Techno Culture, kegiatan tersebut mengguncang Jalan Nogosari selama dua hari, 8–9 Agustus 2025, dan menghadirkan 70 tenant UMKM serta pelaku seni yang menebar warna dan aroma kreativitas.

Sejak pagi, masyarakat memenuhi jalanan Patehan. Stand-stand kuliner, kriya, hingga panggung seni berdiri berjajar, memancarkan semangat gotong royong.

Di udara, tercium wangi rempah, kopi, dan aroma teh khas Patehan yang legendaris. Seakan waktu kembali memutar kisah kampung ini, sebuah kawasan yang dulu mengguncang dunia lewat inovasi internet warganya.

Kampung Cyber Patehan Yogyakarta

Patehan tak hanya dikenal sebagai Kampung Teh, tetapi juga dijuluki Kampung Cyber, ikon pemerataan infrastruktur internet untuk pemberdayaan masyarakat.

Keberhasilan ini bukan sekadar catatan lokal, melainkan jejak sejarah yang mengundang kehadiran tokoh dunia: Raja Charles III dari Inggris, Raja Willem-Alexander dari Belanda, hingga Mark Zuckerberg, CEO Meta, pernah menapakkan kaki di gang-gang sempit Patehan.

Baca juga  UMK Jogja 2026 Diprediksi Naik 6 Persen, Ini Bocoran Langsung dari Wali Kota

Bagi warga, predikat itu bukan hanya kebanggaan, tetapi juga pengingat bahwa inovasi teknologi dan kekayaan budaya bisa bersanding indah.

Kini, lewat Gebyar Bhinneka 09, Patehan kembali menyalakan sinyal kuat: mereka siap menjadi pusat wisata kreatif yang unik dan otentik.

“Dari tahun ke tahun, destinasi wisata di Kota Yogyakarta cenderung stagnan, Malioboro, Keraton, selalu itu-itu saja. Patehan punya potensi kuliner dan budaya yang bisa menjadi daya tarik baru. Bayangkan, wisatawan bisa merasakan pengalaman minum teh khas Patehan yang tidak ada duanya,” tegasnya.

Hasto melihat, kekuatan Patehan terletak pada kombinasi warisan sejarah, kreativitas kuliner, dan akses teknologi yang maju. Ia menilai inilah modal untuk menciptakan paket wisata yang berbeda dan berdaya saing.

Potensi UMKM

Hasto menegaskan bahwa pengembangan wisata dan UMKM harus bertumpu pada pemberdayaan dari bawah. Jika ekonomi tumbuh dari bawah, kekuatannya besar karena bersumber dari kreativitas masyarakat, bukan hanya kebijakan top-down yang menunggu inisiatif dari atas.

Menurutnya, Gelar Potensi UMKM di Patehan menjadi langkah nyata untuk membuka akses pasar, memperluas promosi produk lokal, dan menjadi ruang inovasi bagi pelaku usaha.

Baca juga  Pemda Buka Suara Soal Penggeledahan Kejati di Dinas Koperasi dan UKM DIY, Sebut Pihak Ketiga Wanprestasi

Di sepanjang Jalan Nogosari, berbagai produk khas, dari batik, kerajinan bambu, hingga aneka minuman herbal—menjadi bukti hidupnya ekonomi kreatif warga.

Tak hanya sektor ekonomi, Hasto juga mengapresiasi potensi seni dan budaya Patehan. Ia berharap para seniman senior melatih generasi muda agar tradisi seperti bergodo tidak pudar dimakan zaman.

Bagi Hasto, keberlanjutan budaya menjadi fondasi kuat untuk membangun citra Patehan sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Salah satu pelaku UMKM, Ayu Nina Rahayu Purnomo, pemilik Wedang Rempah Selaras, mengaku kegiatan ini membawa dampak besar bagi usahanya.

“Saya berterima kasih karena acara ini memajukan usaha saya dan membuat masyarakat lebih tertarik pada jamu serta wedang rempah,” ujarnya dengan senyum penuh semangat.

Ayu berharap kegiatan seperti ini digelar rutin, tidak hanya di Patehan, tetapi juga di seluruh wilayah Kota Yogyakarta, agar semakin banyak pelaku UMKM yang terangkat bersama tradisi lokal.

Patehan kini berdiri di persimpangan sejarah dan masa depan. Ia menyimpan kenangan kejayaan sebagai Kampung Cyber, menjaga warisan sebagai Kampung Teh, dan menatap masa depan sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya yang unik.

Baca juga  Pemkal Glagaharjo Manfaatkan Tanah Kas Desa: Kembangkan Destinasi Wisata Teras Merapi, Pengajuan Izin Sejak 2021

Dengan dukungan masyarakat, inovasi teknologi, dan sentuhan seni yang otentik, Patehan berpotensi kembali menjadi panggung dunia.

Ketika senja turun di atas Kraton Yogyakarta, lampu-lampu di Jalan Nogosari menyala, menandai bahwa semangat Patehan untuk bersinar belum pernah padam,dan mungkin, justru kini sedang bersiap menyala lebih terang dari sebelumnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid