
KABARJAWA — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, hadir dalam sebuah momen penuh kenangan di kampus almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sabtu siang yang cerah itu, Fakultas Kehutanan UGM kembali menjadi saksi ikatan persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.
Alumni Angkatan 1980 Fakultas Kehutanan berkumpul dalam gelaran Reuni SPIRIT ’80: Guyub, Rukun, Migunani, membawa serta cerita-cerita perjuangan masa kuliah yang menggugah hati.
Puluhan alumni dari seluruh penjuru Nusantara berdatangan ke kampus tercinta, menyatukan langkah dan kenangan dalam reuni ke-45 tahun mereka.
Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan UGM (KAGAMAHUT) menggelar acara ini sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan waktu dan ikatan yang terus menguat meski usia tak lagi muda.
Sambutan Jokowi
Kehadiran Jokowi dan Ibu Iriana menjadi momen yang paling dinanti. Para alumni menyambut mantan rekan seangkatan mereka dengan hangat, sementara suasana penuh keharuan langsung menyelimuti ruangan saat Jokowi masuk.
Ia berjalan menyapa satu per satu teman lamanya, beberapa dengan pelukan, sisanya dengan tawa khas masa kuliah yang tak pernah benar-benar hilang.
Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan betapa dalamnya kesan yang ia simpan dari masa-masa kuliah.
Ia menyebut kehidupan sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM tidak hanya membentuk pola pikirnya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kegigihan dan solidaritas yang ia bawa hingga ke Istana Negara.
“Saya masih ingat betul, dosen pembimbing saya, Ir. Kasmudjo, datang ke pabrik saya sampai empat kali. Saya waktu itu menghadapi kesulitan di bagian pengeringan, dan beliau datang langsung, membimbing, memberi solusi, tidak pernah lelah. Itu kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Jokowi.
Ia juga memutar kembali memori tentang betapa sulitnya mendapatkan nilai baik di beberapa mata kuliah. Jokowi mengenang hari-hari sebagai mahasiswa baru, menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga akhirnya mengenakan toga dan diwisuda.
Ia menyebut, semua momen itu telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan berorientasi pada kerja nyata.
Tujuan Reuni Akbar Fakultas Kehutanan UGM
Ketua Angkatan 1980, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa reuni ini telah mereka rancang sejak satu tahun lalu. Reuni ke-45 ini memiliki makna yang sangat dalam karena tepat 28 Juli 1980, mereka resmi menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.
“Kita dulu hanya anak-anak muda yang datang dari berbagai penjuru Indonesia dengan satu harapan: menuntut ilmu dan mengubah nasib. Kini, kita kembali ke sini, bukan hanya sebagai alumni, tapi juga sebagai keluarga besar yang masih saling menguatkan,” ungkap Arif.
Arif menyebut, para alumni hadir dari berbagai kota dan pulau, seperti Manado, Bali, Lombok, hingga Kalimantan.
Ketua Panitia Reuni, Johannes, menegaskan bahwa Yogyakarta telah menjadi rumah kedua bagi para alumni. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul kembali meskipun setiap orang telah menjalani hidup masing-masing.
“Kita datang bukan hanya untuk bernostalgia, tapi juga untuk menghidupkan kembali semangat kolektif kita sebagai alumni UGM yang siap terus berkontribusi untuk negeri,” ujarnya.
Johannes memuji solidnya rasa persahabatan di antara para alumni. Ia menilai, solidaritas yang terbangun sejak di bangku kuliah menjadi energi besar yang masih menyala hingga kini.
Semangat SPIRIT 80 yang terdiri dari semangat, persatuan, integritas, rasa memiliki, inklusivitas, dan tanggung jawab sosial tetap mengalir dalam setiap percakapan dan pelukan hangat antaralumni.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU turut menyampaikan apresiasinya.
Ia menyambut hangat para alumni yang telah meluangkan waktu untuk kembali ke kampus dan turut menghidupkan kembali semangat sivitas akademika.
“Kami merasa sangat terhormat. Hadirnya Bapak Presiden di tengah kita merupakan kehormatan luar biasa. Ini bukti nyata bahwa Fakultas Kehutanan UGM telah melahirkan pemimpin besar yang tetap setia pada akar dan nilai-nilai perjuangan,” ucapnya bangga.
Sigit juga berharap agar acara seperti ini tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara alumni dan kampus, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.
KAGAMAHUT berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan kampus demi kemajuan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan cinta tanah air, para alumni bertekad menjadikan pengalaman mereka sebagai kontribusi nyata untuk masyarakat luas. (ef linangkung)