
KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Bantul resmi menyelesaikan pembangunan fasilitas jogging track di Lapangan Paseban.
Kehadiran lintasan lari ini dirancang sebagai ruang publik yang aman agar masyarakat dapat berolahraga tanpa harus berbagi tempat dengan kendaraan bermotor.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan awal dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan sarana olahraga yang representatif bagi warga.
“Walaupun kecil, tetapi ini representatif. Dibangun di atas beton yang berkualitas, bisa menyerap air, sehingga insyaallah bisa memberikan kenyamanan bagi siapa yang melakukan jogging di sini,” ujar Halim.
Lintasan ini menggunakan material beton berpori yang mampu menyerap air hujan dengan cepat, sehingga meminimalkan genangan dan menjaga daya tahan konstruksi.
Prioritas Penggunaan dan Rencana Pengembangan
Jogging track di Lapangan Paseban ini tidak dirancang untuk aktivitas olahraga skala besar.
Pemkab Bantul memprioritaskan pemanfaatannya bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan anak-anak yang membutuhkan ruang gerak yang aman serta mudah dijangkau.
Sementara itu, masyarakat usia produktif nantinya akan diarahkan ke jogging track baru yang direncanakan di Lapangan Trirenggo. Fasilitas di Trirenggo diproyeksikan memiliki panjang lintasan hingga tiga kali lipat dari yang ada di Paseban.
Bupati Halim menekankan bahwa pembangunan sarana ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat Bantul.
“Dengan fasilitas ini, mudah-mudahan upaya kita membangun budaya hidup sehat di Kabupaten Bantul akan tercapai. Ukurannya tingkat produktivitas naik, usia harapan hidup juga naik, dan yang paling penting adalah kesejahteraan naik,” tambahnya.
Target Satu Jalur Lari di Setiap Kapanewon
Pemkab Bantul berkomitmen memperluas akses fasilitas olahraga ini ke seluruh wilayah. Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul kini tengah melakukan survei lapangan di setiap kapanewon (kecamatan).
“Di masing-masing kapanewon kami survei. Dan mulai hari ini sudah disurvei oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup Bantul. Jadi, per kapanewon harus ada satu agar masyarakat tidak melakukan jogging di pinggir jalan yang campur dengan kendaraan,” jelas Halim.
Kebijakan ini diambil untuk menekan risiko keselamatan dan paparan polusi udara akibat kebiasaan warga yang kerap berolahraga di bahu jalan raya.
Spesifikasi Teknis Lintasan
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program strategis untuk meningkatkan kualitas ruang publik.
Secara teknis, jogging track Lapangan Paseban dirancang memiliki empat lajur dengan lebar masing-masing 80 sentimeter.
Lintasan ini juga dilengkapi dengan radius belok sisi dalam 12,75 meter dan radius sisi luar 16,45 meter.
Desain tikungan yang landai ini dibuat agar pelari dapat menjaga ritme lari sekaligus menjaga keamanan pengguna anak-anak dan lansia.