Jejak Kaki Diduga Macan Muncul di Semanu Gunungkidul, BKSDA Siap Pasang Kamera Pengintai untuk Ungkap Misteri

Bagikan :
Jejak Kaki Macan di Semanu/Foto: Freepik

KabarJawa.com– Jejak kaki besar membekas di tanah persawahan Padukuhan Panggul Kulon, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Dugaan kuat, jejak tersebut berasal dari seekor macan yang berkeliaran di sekitar permukiman dan lahan pembangunan pondok pesantren.

Penemuan terbaru itu kembali membuka kekhawatiran lama yang belum sepenuhnya terjawab. Warga tidak hanya mempertanyakan asal-usul jejak tersebut, tetapi juga keselamatan mereka.

Tanggapan BKSDA tentang Jejak Kaki Macan di Semanu

Menanggapi temuan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul segera mengambil langkah lanjutan.

BKSDA berencana memasang kamera jebak atau camera trap di sekitar lokasi untuk memastikan jenis satwa yang meninggalkan jejak misterius tersebut.

Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, menyatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi tanpa bukti kuat. Ia menegaskan pemasangan kamera pengintai menjadi langkah paling efektif untuk mengungkap fakta di lapangan.

“Jika kondisi keamanan memungkinkan, kami akan segera memasang kamera jebak. Namun, kami harus berkoordinasi lebih dulu dengan pihak kalurahan, kepolisian, serta Bhabinkamtibmas,” ujar Tugimayanto.

Baca juga  Luncurkan Prangko Bergambar Sri Sultan Hamengku Buwono X: Pos Indonesia Tunjukkan Penghormatan dan Perkuat Sinergi dengan DIY

Menurutnya, koordinasi menjadi hal penting agar pemasangan kamera tidak menimbulkan kepanikan sekaligus memastikan keamanan alat dan warga sekitar. Ia menambahkan BKSDA akan segera menjadwalkan pertemuan dengan unsur terkait dalam waktu dekat.

Langkah tersebut akan menjawab rasa penasaran sekaligus kekhawatiran warga. Kamera jebak akan merekam aktivitas satwa liar yang melintas, baik pada siang maupun malam hari, sehingga identifikasi bisa dilakukan secara akurat.

Selain memasang kamera pengintai, BKSDA juga berencana kembali mendatangi lokasi penemuan jejak untuk melakukan peninjauan langsung. Petugas akan memeriksa bentuk, ukuran, dan pola jejak yang masih tersisa di lapangan.

“Meski hujan sempat turun, kami berharap jejaknya masih terlihat sehingga kami bisa melakukan pengamatan lebih detail,” kata Tugimayanto.

Temuan Warga

Sebelumnya, warga Kalurahan Candirejo kembali dikejutkan dengan temuan jejak hewan misterius pada Senin (12/1/2026).

Jejak tersebut muncul di lahan yang rencananya akan dibangun pondok pesantren. Lokasi itu berada tidak jauh dari area persawahan yang sering warga lalui untuk bekerja sejak pagi hari.

Baca juga  Libur Panjang Maulid Nabi 2025, Ratusan Ribu Kendaraan Padati DIY

Warga menduga jejak tersebut berasal dari hewan liar jenis macan yang selama ini kabarnya kerap berkeliaran di wilayah Semanu. Dugaan itu menguat karena ukuran jejak cukup besar dan berbeda dari jejak hewan ternak atau anjing liar.

Salah satu warga sekaligus pekerja bangunan pondok pesantren, Heru Purwanto (56), mengungkapkan temuan tersebut pertama kali diketahui oleh rekan kerjanya. Saat itu, aktivitas pembangunan belum ada.

“Hari ini saya tidak masuk kerja. Teman saya mengabari kalau ada temuan jejak macan lagi. Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Heru.

Ia menuturkan rekan-rekannya langsung menghentikan aktivitas dan memilih menjauh dari lokasi. Kekhawatiran akan munculnya hewan liar secara tiba-tiba membuat warga lebih waspada.

Kemunculan jejak kaki yang diduga macan ini bukan kali pertama terjadi di wilayah Semanu. Beberapa bulan sebelumnya, warga juga sempat melaporkan temuan serupa. Namun hingga kini, keberadaan satwa tersebut belum pernah terekam secara visual.

BKSDA mengimbau warga tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari aktivitas sendirian di area persawahan pada waktu rawan. Warga juga harus segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar lain.

Baca juga  Memanas! Demonstrasi di Pertigaan Revolusi UIN Sunan Kalijaga, Massa Bakar Ban dan Tutup Jalan dari Tiga Arah

Pemasangan kamera pengintai kini menjadi harapan utama untuk mengakhiri misteri yang terus menghantui warga Candirejo. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid