
KABARJAWA– Suasana di sekitar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali bergolak. Sejak pukul 14.00 WIB, puluhan aktivis berkumpul di Pertigaan Revolusi.
Mereka menggelar aksi demonstrasi yang segera menarik perhatian publik. Massa tidak hanya berorasi lantang, tetapi juga membentangkan spanduk besar yang berisi tuntutan mereka.
Aksi damai yang semula berlangsung dengan yel-yel dan teriakan keras berubah ketika massa mulai menyalakan api dan membakar ban bekas di tengah jalan. Kepulan asap hitam mengepul tebal ke langit sore, menyelimuti kawasan pertigaan.
Aparat keamanan menutup akses jalan dari tiga arah sekaligus. Kendaraan yang melintas terpaksa berhenti mendadak, sebagian memilih berbalik arah, sementara sebagian lain terjebak di tengah kerumunan.
Jalan yang biasanya padat oleh aktivitas mahasiswa dan warga mendadak lumpuh total. Aroma karet terbakar bercampur dengan teriakan massa menciptakan atmosfer tegang dan mencekam.
Di sisi lain, aparat keamanan dari TNI terlihat datang dan berjaga di radius beberapa puluh meter dari titik konsentrasi massa.
Mereka berdiri dengan penuh kewaspadaan, mengawasi jalannya demonstrasi tanpa melakukan tindakan represif. Kehadiran mereka menghadirkan suasana waspada namun tetap kondusif.
Aktivis yang tergabung dalam aksi tersebut terus melontarkan orasi. Mereka mengangkat isu-isu sosial dan politik yang menurut mereka membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Spanduk yang mereka bentangkan menegaskan pesan tuntutan agar suara mahasiswa tidak lagi diabaikan.
Hingga menjelang sore, pertigaan Revolusi berubah menjadi panggung perlawanan. Jalan aspal penuh abu sisa ban terbakar, sorak-sorai mahasiswa menggema, dan masyarakat sekitar menonton dengan rasa waswas. (ef linangkung)