Jejak Abadi di Langit Yogyakarta, Monumen Husein Sastranegara Menghidupkan Kembali Semangat Juang Perintis TNI AU

Bagikan :
Peresmian Monumen Husein Sastranegara/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com– Pada Selasa pagi, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta meresmikan Monumen Komodor Muda Udara (Anumerta) Husein Sastranegara di Kompleks UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo.

Peresmian ini tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan seorang pelopor kekuatan udara Indonesia.

Peresmian Monumen Husein Sastranegara

Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, memimpin prosesi peresmian dengan membacakan sambutan Gubernur DIY. Ia menegaskan bahwa monumen ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi luar biasa seorang putra bangsa yang berani menembus batas di masa awal kemerdekaan.

Ia menuturkan bahwa Husein Sastranegara telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan semangat juang tinggi saat Indonesia masih meraba kekuatan militernya di udara.

Ia tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pelaku utama dalam merintis fondasi pertahanan udara nasional.

Suasana semakin terasa emosional ketika kisah pengorbanan itu kembali diangkat. Pada 26 September 1946, Husein menerima tugas strategis untuk melakukan uji terbang pesawat peninggalan Jepang.

Pesawat tersebut direncanakan untuk mengangkut Perdana Menteri Sutan Sjahrir dari Yogyakarta ke Malang demi menjaga kelangsungan pemerintahan Republik Indonesia yang masih rapuh.

Baca juga  Kenangan Tragedi Bus Blondo Magelang: Monumen Hilang, Ingatan Tetap Melekat

Dalam misi yang sarat tanggung jawab itu, mesin pesawat mengalami kerusakan. Pesawat jatuh di kawasan Gowongan Lor, Yogyakarta.

Husein gugur bersama teknisi pesawat, Rukidi. Tragedi itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan jejak sejarah yang menggetarkan.

Gubernur Akademi Angkatan Udara, Donald Kasenda, menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan TNI Angkatan Udara.

Tujuan Pembangunan Monumen

Ia menyebut pengorbanan Husein sebagai fondasi moral yang mengajarkan arti keberanian, keikhlasan, dan loyalitas tanpa batas.

Pembangunan monumen ini tidak hanya bertujuan sebagai penanda sejarah, tetapi juga sebagai media pengingat kolektif.

Monumen ini mengajak generasi masa kini untuk memahami bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah, melainkan melalui pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu.

Lebih dari sekadar simbol, monumen ini kini berdiri sebagai ruang edukasi dan refleksi. Pemerintah berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat pengabdian.

Husein Sastranegara gugur pada usia 27 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

Baca juga  Hingga Hari Ketujuh Operasi Keselamatan Progo 2026, Polda DIY Klaim Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun Signifikan

Meski masa pengabdiannya terbilang singkat, hanya sekitar satu tahun sejak berdirinya AURI, ia meninggalkan warisan nilai yang melampaui waktu.

Perwakilan keluarga, Reza Ranesa Rasyid Sastranegara, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah Daerah DIY dan Akademi Angkatan Udara.

Ia menegaskan bahwa monumen ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai simbol keteladanan dan patriotisme yang harus terus diwariskan.

Peresmian monumen ini menjadi penanda bahwa sejarah tidak pernah benar-benar berlalu. Ia hidup, tumbuh, dan menginspirasi, melalui batu, melalui cerita, dan melalui semangat yang terus menyala di hati generasi penerus bangsa. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya