
Jalan Srikemunit Sriharjo Imogiri Terputus/Foto: Istimewa
KabarJawa.com– Hujan yang mengguyur wilayah Imogiri pada Kamis malam kembali memicu bencana alam yang membuat warga Sriharjo waswas.
Jalan Srikemunit Sriharjo yang menghubungkan Wunut RT 01–03 dengan Wunut RT 04–06 di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, terputus total setelah badan jalan amblas sepanjang kurang lebih 20 meter.
Warga melaporkan peristiwa itu pada Jumat (21/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Lurah Sriharjo, Titik Iswayatun, memastikan bahwa jalan tersebut tidak lagi bisa dilalui kendaraan, terutama roda empat dan kendaraan berat.
Jalan Srikemunit Sriharjo Imogiri Terputus
Kondisi jalan terbelah lebar, menyisakan lubang menganga tepat di akses menuju obyek wisata Sri Kemunit yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga maupun wisatawan.
Titik menjelaskan bahwa hujan deras yang turun tanpa henti sejak Kamis malam menyebabkan aliran limpasan air menggerus sisi jalan yang berada di dekat aliran Sungai Oya. Air mengalir deras dari atas dan langsung menghantam talud penahan.
“Talud yang baru dibangun itu tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya tanah di bawah jalan amblas kembali,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut memang rawan longsor. Sebelumnya, jalan yang sama pernah amblas dan telah dibangun talud sebagai penahan. Namun, baru tiga hari setelah perbaikan selesai, badan jalan kembali runtuh lebih parah.
“Sepertinya memang tidak cukup hanya talud. Ke depannya, kemungkinan besar harus dibangun jembatan agar benar-benar aman,” imbuhnya.
Pembatas Darurat
Mengetahui jalan terputus, warga Wunut langsung bergerak cepat. Mereka memasang tanaman dan penanda darurat di sela-sela jalan yang terbelah untuk mencegah kendaraan besar melintas. Warga khawatir kendaraan roda empat atau truk nekat lewat.
“Kalau sampai amblesnya melebar, bisa sangat berbahaya,” ujar salah satu warga yang ikut memasang pembatas.
Upaya darurat itu menjadi penanda bagi pengendara bahwa jalur tersebut tidak aman. Warga juga mengarahkan pengendara roda empat untuk memutar melalui jalur Selopamioro, jalur alternatif terdekat yang lebih aman.
Setelah menerima laporan, Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan struktur tanah dan kerusakan yang terjadi. Terlebih jalan tersebut adalah kewenangan Pemkab Bantul.
“Tadi PU dan BPBD sudah melakukan pengecekan di lokasi. Kami laporkan ini ke Pemkab karena statusnya jalan kabupaten,” terang Lurah Titik Iswayatun.
Assessment awal menyebutkan bahwa struktur tanah di bawah badan jalan mengalami pelapukan akibat jenuh air, sehingga memicu runtuhan setelah menerima tekanan aliran air limpasan.
Amblasnya jalan itu membuat akses menuju Obyek Wisata Sri Kemunit harus tertutup sementara untuk kendaraan besar.
Warga khawatir kondisi jalan semakin parah. Meski sepeda motor masih bisa melintas dengan hati-hati melalui sisa badan jalan, pemerintah kalurahan menegaskan agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan.
Lurah Titik berharap Pemkab Bantul segera mengambil langkah penanganan permanen agar Jalan Srikemunit Sriharjo yang menghubungkan wilayah Wunut dan kawasan wisata itu bisa kembali normal.
“Kami berharap ada penanganan cepat dan tepat karena ini jalur penting bagi warga, ekonomi, dan pariwisata,” tegasnya. (ef linangkung)