
KABAR JAWA – Festival Sastra Yogyakarta 2025 masih berlangsung.
Adapun acara ini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk merayakan dan menikmati karya-karya sastra, sekaligus menjadi wadah interaksi antara penulis, pembaca, serta pelaku seni lainnya.
Dengan suasana kota yang kental dengan budaya dan kreativitas, festival ini pun tak sekadar menjadi panggung perayaan, melainkan juga arena kolaborasi yang mengedepankan kesetaraan dan harmoni.
Pada tahun ini, Festival Sastra Yogyakarta kembali hadir dengan tema yang kuat dan sarat makna, yaitu “Rampak”.
Kata rampak dalam bahasa Indonesia merujuk pada sesuatu yang dilakukan secara serempak atau bersama-sama.
Namun, lebih dari itu, tema ini dimaknai secara lebih dalam oleh panitia sebagai simbol kerja kolaboratif yang saling menghargai dan setara.
Semangat inilah yang menjadi ruh utama pelaksanaan FSY 2025.
Makna Tema “Rampak” dalam Festival Sastra Yogyakarta 2025
Setelah mengangkat tema “Mulih” pada tahun 2022, “Sila” pada 2023, dan “Siyaga” pada 2024, Festival Sastra Yogyakarta 2025 kini membawa semangat baru melalui tema “Rampak”.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Rampak dimaknai sebagai sebuah gerakan kolektif yang tidak hanya menonjolkan kebersamaan, tetapi juga membangun ekosistem sastra yang inklusif dan saling memperkuat.
Dalam konteks sastra, rampak menjadi gambaran ideal tentang bagaimana berbagai medium, perspektif, dan pengalaman bisa bertemu dalam satu ruang, saling memberi energi, dan menciptakan harmoni.
Sastra bukan sekadar tentang menulis dan membaca secara individu, melainkan juga tentang kerja sama lintas komunitas dan generasi untuk terus menghidupkan makna-makna kemanusiaan.
Kota Yogyakarta sendiri sudah lama dikenal sebagai rumah bagi banyak komunitas seni dan sastra.
Di kota ini, karya-karya sastra tumbuh dan berkembang bukan dari satu sumber tunggal, tetapi dari akar rumput yang saling berjejaring dan bekerja sama.
Tidak heran jika semangat rampak dianggap sangat relevan dengan realitas sosial budaya kota ini.
Kapan Festival Sastra Yogyakarta 2025 Berlangsung?
Bagi para pencinta sastra yang sudah tidak sabar menantikan berbagai kegiatan menarik dalam Festival Sastra Yogyakarta 2025, Anda bisa mulai mencatat tanggal pentingnya.
Berdasarkan informasi resmi dari panitia penyelenggara, festival ini akan dilangsungkan selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 2 Agustus 2025 dan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2025.
Dengan rentang waktu tersebut, para peserta dan pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai program pilihan yang dikurasi secara khusus untuk mengangkat semangat rampak sebagai tema besar tahun ini.
Rangkaian Kegiatan Festival Sastra Yogyakarta 2025
Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Sastra Yogyakarta 2025 menyuguhkan banyak kegiatan yang bukan hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan memicu dialog antarpenikmat sastra.
Beberapa kegiatan yang dapat dinikmati di antaranya:
- Silent Reading
- Blind Poem
- Painting in Canvas
- Workshop
Selain itu masih ada banyak kegiatan lain yang akan ada di festival ini.
Sampai 4 Agustus
Jadi kesimpulannya, Festival Sastra Yogyakarta 2025 akan berlangsung sampai tanggal 4 Agustus.
Adapun festival ini merupakan sebuah momentum penting dalam kalender kebudayaan di Yogyakarta yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam perayaan sastra secara kolaboratif.
Dengan tema “Rampak”, festival ini tidak hanya merayakan keberagaman ekspresi dalam dunia sastra, tetapi juga mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung dan menguatkan.***