
KabarJawa.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga di sejumlah titik.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung pada permukiman warga.
“Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga. Tim bersama relawan langsung bergerak untuk melakukan penanganan di lokasi,” ujar Purwono.
Kerusakan Rumah di Beberapa Wilayah
Salah satu rumah yang terdampak berada di kediaman Trisno Suwarto (69).
Bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat terbawa angin, sehingga bangunan tersebut untuk sementara tidak layak dihuni.
Di rumah tersebut terdapat lima anggota keluarga, terdiri dari empat orang dewasa dan satu balita.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp2,5 juta.
Keluarga membutuhkan bantuan terpal serta logistik kebutuhan dasar.
Kerusakan juga dilaporkan di wilayah Temuireng 2, RT 02 RW 08, Girisuko, Panggang.
Rumah milik Samiyo (44) mengalami kerusakan pada bagian genting akibat terpaan angin.
Tiga orang penghuni rumah tersebut tidak mengalami luka. Kerugian materi ditaksir sekitar Rp500 ribu.
Warga bersama relawan setempat telah melakukan pembersihan puing dan pengamanan lingkungan.
Sementara itu, di wilayah Gedad, Banyusoco, Playen, sebuah pohon tumbang menimpa rumah milik Ikhsanudin (46) pada waktu yang sama.
Kejadian ini mengakibatkan kerusakan bangunan dengan estimasi kerugian sekitar Rp500 ribu.
Warga setempat melakukan pembersihan batang pohon secara gotong royong dan memperbaiki bagian rumah yang terdampak.
Penanganan dan Kebutuhan Bantuan
BPBD Gunungkidul bersama relawan dan masyarakat melakukan penanganan di lokasi, termasuk pembersihan material dan pendataan kerusakan.
Secara keseluruhan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, sejumlah warga terdampak masih membutuhkan bantuan darurat, terutama terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak serta logistik kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim yang berpotensi menimbulkan hujan deras disertai angin kencang.