
KabarJawa.com – Baru-baru ini, jagat maya digegerkan oleh sebuah unggahan yang kemudian menjadi bahan perbincangan warganet, khususnya warga masyarakat Yogyakarta.
Sebuah konten visual yang beredar, khususnya melalui platform media sosial TikTok, menampilkan Tugu Jogja seolah-olah dalam kondisi ‘ambruk’ atau roboh.
Meski kemudian diketahui bahwa gambar tersebut hanyalah hasil editan semata, dampaknya terhadap perdebatan publik, terutama mereka yang sangat menjunjung tinggi nilai sejarah dan filosofi Tugu Yogyakarta.
Hingga saat artikel ini ditulis, sosok pembuat konten asli yang memicu kegaduhan ini masih belum jelas, dan kemungkinan besar unggahan tersebut telah dihapus dari peredaran.
Namun, jejak digitalnya sempat terekam, salah satunya melalui postingan ulang di akun Instagram @jogja. Dalam tangkapan layar yang tersebar luas, terlihat gambar Tugu Jogja yang menjadi simbol kebanggaan kota tersebut, tampak seolah roboh dengan kondisi yang mengkhawatirkan.
Konten ini disertai dengan sebuah caption dalam bahasa Jawa yang berbunyi, “salahe takon kok ragenah,” yang dapat diartikan sebagai “salahnya bertanya kok tidak jelas.”
Gejolak Reaksi Warganet

Unggahan ini pun menuai reaksi keras dari mayoritas warganet. Terutama, masyarakat Yogyakarta yang memiliki ikatan emosional dan spiritual yang kuat dengan Tugu Jogja.
Kolom komentar, seperti yang terlihat dalam tangkapan layar yang beredar, dengan cepat dipenuhi oleh kritik tajam maupun teguran.
Salah satu komentar yang menonjol dan menarik perhatian berasal dari sebuah akun atas nama “SRI SULTAN HB X FAMILY”. Komentar tersebut menyuarakan teguran yang lugas serta menyoroti permasalahan etika dalam pembuatan konten.
“Nyuwunsewu nggih mas,lain kali kalau mau buat konten difikir”dlu yaa,ini tugu jogja loh iconickya yogyakarta sumbu filosofi jg yg mna sdh diakui sangat bersejarah dan sakral sampeyan wong jogja kan?jdi pasti sdh tau asal usul tugu ini,yo rapopo nek buat konten” tpi kalau buat tempat bersejarah kyk gni jgn dibuat bahan bercandaan,” tulisnya, dilansir KabarJawa.com pada Minggu, 30 November 2025.
Penekanan pada Kesakralan Sumbu Filosofis
Selain teguran langsung, tak sedikit warganet lain yang turut menekankan pentingnya menjaga kesakralan dan nilai historis Tugu Yogyakarta.
Moyortas menyoroti bahwa penggunaan simbol yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofis sebagai bahan candaan atau konten hoaks merupakan tindakan yang tidak hanya melanggar etika, tetapi juga menunjukkan ketidakpekaan terhadap sensitivitas budaya lokal.
Argumentasi warganet berkisar pada gagasan bahwa warisan seperti Tugu Jogja semestinya dihormati, dijaga, dan dilestarikan, bukan malah dijadikan objek untuk mencari sensasi atau hiburan murahan di media sosial.
Sementara, berdasarkan pantauan KabarJawa.com, diketahui bahwa saat ini kondisi Tugu Jogja masih seperti sediakala. Sehingga, apa yang tampil dalam unggahan yang beredar dapat dipastikan merupakan hasil editan.***