Haul ke-7 “Nyanyian Rakyat”: Warisan Kritik Sosial Ambar Polah Kembali Menggema di Yogyakarta

Bagikan :
Peringatan Haul ke-7 Ambar Polah “Nyanyian Rakyat” di JEC menghidupkan kembali warisan seni, kritik sosial, dan perjuangannya.

KabarJawa.com – Tujuh tahun sejak sosok Ambar Polah kembali kepada Sang Maha Kuasa, Yogyakarta kembali bersiap untuk merayakan jejak karyanya yang penuh kritik sosial dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Haul Ambar Polah Tahun ke-7 bertema “Nyanyian Rakyat” akan berlangsung pada Selasa, 18 November 2025 pukul 19.30 WIB di Jogja Expo Center (JEC). Peringatan ini bukan hanya momentum melepas rindu, tetapi juga ruang merayakan nilai-nilai yang selama hidupnya ia jaga.

Acara yang diprakarsai komunitas Sedulur Ambar, gabungan sahabat-sahabat Ambar dari Tratag Budaya Estetik, Kadin DIY, Asmindo Komda DIY, Malioboro Classical, NR Manajemen, Tjongpik, Balung Sempal, hingga Sirkus Barock menjadi medium silaturahmi dan refleksi. Kehadiran berbagai komunitas dan lembaga itu memperlihatkan luasnya pengaruh Ambar, baik di dunia seni, bisnis, hingga jaringan sosial dan kebudayaan.

Perjalanan Hidup dan Awal Musikal Ambar

Ambar Polah lahir dengan nama Ambar Tjahyono di Blora, Jawa Tengah. Sejak masa kecil ia sudah akrab berpindah kota, dari Surabaya saat SD dan SMP, kemudian Yogyakarta untuk menempuh pendidikan SMA.

Di sinilah jejak musikalnya mulai kuat, terutama ketika ia bergabung dengan grup musik Pola Daya di SMA Bopkri 1 Yogyakarta pada tahun 1970-an. Nama grup itu kemudian melahirkan julukan “Ambar Polah” dari teman-temannya—nama yang melekat hingga akhir hayat.

Baca juga  Ramp Check Terminal Semin Gunungkidul: Petugas Temukan Bus Tak Sesuai Trayek Jelang Arus Mudik Lebaran

Saat berkuliah di Fakultas Ekonomi UII, ia tetap aktif bermusik dan kerap mengamen di Malioboro. Ruang publik itu mempertemukannya dengan denyut kehidupan rakyat, yang kelak menjadi inspirasi utama dalam karya-karyanya.

Musik sebagai Kritik dan Perlawanan

Ambar dikenal melalui karya-karya seperti Kusni Kasdud, Kongkalikong, Nyanyian Rakyat, Perubahan, dan Satu Bendera. Lirik-liriknya menjadi suara bagi mereka yang tak mampu bersuara, sekaligus bentuk kritik yang lantang terhadap kebijakan Orde Baru.

Sikap kritisnya membuatnya berada dalam tekanan. Pada 1984, ia menjadi target operasi aparat saat Inaugurasi UII dan harus disembunyikan selama tiga hari oleh kawan-kawannya.

Keberanian itu menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat, sahabat, dan seniman terus mengenang warisannya. Musik bagi Ambar adalah alat perjuangan; seni baginya bukan sekadar hiburan, tetapi medium bagi rakyat kecil untuk menyampaikan harapan.

Karier di Dunia Bisnis dan Dedikasi untuk UMKM

Di luar panggung musik, Ambar Polah membuktikan ketekunannya di dunia usaha. Ia pernah menekuni bisnis barang antik, bekerja sebagai pemandu wisata, hingga akhirnya sukses sebagai pengusaha furnitur dan kerajinan.

Baca juga  Ery Agustin Masuk Bursa Kuat Ketua DPD Golkar Gunungkidul Jelang Musda Desember 2025

Kariernya membawa ia menduduki posisi penting, seperti Ketua Asmindo DIY, kemudian Ketua DPP Asmindo Indonesia, Ketua AFIC (ASEAN Furniture Industries Council), dan Ketua CAFA (Council of Furniture Industries Associations).

Dedikasi Ambar pada pelaku usaha kecil berlanjut ketika ia menjadi anggota DPR RI periode 2009 dan 2014, membawa semangat pemberdayaan UMKM yang selama ini ia bela.

Pesan Mendalam dari Rachmat Gobel

Makna besar dari peringatan tujuh tahun kepergian Ambar juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI dan mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, yang mengenang Ambar sebagai sosok seniman sejati. Melalui ungkapan penuh penghormatan, ia menyampaikan:

“Tujuh tahun sudah mas Ambar Polah seniman sejati budayawan dan pejuang rakyat berpulang ke Rahmatullah namun suaranya tidak pernah benar-benar menghilang, ia masih bergema di setiap serutan pahatan kayu di setiap alunan gamelan yang mengiringi tari dan terutama di nyanyian-nyanyian rakyat yang begitu ia cintai dan hidupkan sepanjang hayatnya. Lewat karya-karyanya almarhum mengajarkan bahwa seni bukan barang mewah melainkan nafas kehidupan rakyat kecil.”

Baca juga  Aturan Operasional Usaha Kuliner dan Hiburan di Yogyakarta Selama Ramadan 2025

Ia melanjutkan dengan menggambarkan keyakinan Ambar terhadap kekuatan seni yang bersumber dari suara rakyat: “Almarhum percaya kayu yang diam bisa bernyanyi dan rakyat yang bisu bisa bersuara asal ada yang mau mendengar dan menyalurkannya.”

Rachmat menekankan bahwa tema peringatan tahun ini sejalan dengan semangat hidup Ambar:
“Tema haul kali ini “Nyayian Rakyat” adalah cara yang paling tepat untuk mengenang almarhum karena bagi almarhum maas Ambar nyanyian rakyat adalah doa adalah perlawanan adalah harapan. Semoga almarhum Mas Ambar Polah senantiasa dilimpahkan rahmat dan makhfirah dan diterima amal ibadahnya, terima kasih Mas Ambar hidup mu abadi mengalir bersama angin Jogja selamanya”.

Kutipan tersebut menguatkan pesan bahwa karya Ambar Polah bukan sekadar produk seni, melainkan warisan nilai dan perlawanan yang terus hidup.

Haul ke-7 “Nyanyian Rakyat” menjadi pengingat bahwa suara dan semangat Ambar Polah tetap hidup dalam denyut budaya Yogyakarta. Lewat musik, perjuangan, dan dedikasinya, Ambar meninggalkan pesan bahwa seni dapat menjadi napas rakyat dan alat untuk menyuarakan harapan.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya