
KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Progo 2025 pada Rabu, 10 Desember 2025, di Ruang Rapat Handayani Setda.
Pemerintah daerah bersama Forkopimda, TNI–Polri, instansi vertikal, dan tokoh agama menyatukan langkah untuk memastikan kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Rakor berlangsung dengan suasana serius karena seluruh pihak menyadari tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun.
Pemkab dan Forkopimda Perkuat Sinergi
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin rapat dan mendorong penguatan koordinasi seluruh unsur pengamanan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, perangkat daerah, relawan, dan masyarakat yang menjaga kondisi daerah tetap kondusif.
Bupati menekankan pentingnya pembelajaran dari tahun sebelumnya sebagai acuan dalam meningkatkan kesiapan. Ia menyebut bahwa aspek kemanusiaan menjadi prioritas dalam seluruh rangkaian pengamanan.
“Operasi pengamanan bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kemanusiaan,” ujar Bupati Endah.
Pemerintah daerah memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan aman dan seluruh masyarakat menikmati libur Nataru secara tertib.
Fokus pengamanan mencakup kelancaran lalu lintas, penguatan koordinasi lintas sektor, stabilitas logistik, dan pengendalian inflasi.
Pemantauan hidrometeorologi diperketat mengingat potensi longsor, banjir, dan pohon tumbang. Kesiapan TRC multisektor, jalur evakuasi, serta posko siaga bencana turut ditingkatkan.
Polres Gunungkidul Kerahkan 254 Personel
Kapolres Gunungkidul, AKBP Miharni Hanapi, menyampaikan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin Progo 2025” berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi digelar dengan dukungan Pemkab, TNI, dan berbagai organisasi masyarakat.
“Kami memastikan seluruh unsur siap menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Kapolres.
Potensi kerawanan akibat cuaca ekstrem menjadi perhatian. Petugas diminta mengantisipasi kemacetan di jalur wisata dan risiko bencana pada masa puncak kunjungan.
Penempatan Pos Pengamanan
Polres menempatkan personel pada lima Pos Pengamanan (Pospam):
- Pospam Hargodumilah
- Bundaran Siyono
- Pantai Pulang Sawal
- Pantai Baron
- Rest Area Girisubo
Selain itu, lima gereja besar mendapatkan penjagaan:
- Gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari
- GKJ Wonosari
- Gereja Santo Yusuf Playen
- Gereja Santo Petrus Paulus Karangmojo
- GKJ Karangmojo
Polres juga mengoperasikan 25 Pos Kamseltibcar Lantas dan menempatkan personel di kawasan wisata utama yang diperkirakan ramai pengunjung.
Posko Nataru dan Kolaborasi Lintas Sektor
Posko Nataru bersama Forkopimda aktif sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 sebagai pusat koordinasi pemantauan situasi dan respons cepat.
Pemkab juga menyediakan lima pos pengamanan dan 19 pos pantau di titik-titik strategis untuk mendukung pelayanan masyarakat, pemantauan arus lalu lintas, dan cuaca.
Rakor dihadiri berbagai unsur, termasuk Dinas Perhubungan, Damkar, SAR, dan komunitas relawan yang selama ini berperan dalam penanganan kebencanaan.
Gunungkidul Siap Sambut Libur Akhir Tahun
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor, ratusan personel pengamanan, dan pos siaga di berbagai lokasi, Gunungkidul menyatakan kesiapan menghadapi Nataru 2025/2026.
Pemerintah daerah menekankan pengamanan perjalanan, stabilitas logistik, serta mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan pada puncak aktivitas akhir tahun.