Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.000 Meter pada Sabtu Pagi

Bagikan :
Awan panas guguran meluncur dari puncak Gunung Merapi ke sektor barat daya, Sabtu pagi (3/1/2026).

KabarJawa.com — Gunung Merapi kembali mencatatkan aktivitas signifikan pada Sabtu pagi (3/1). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya awan panas guguran pada pukul 07.58 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter ke arah barat daya, mengarah ke hulu Kali Krasak.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menyampaikan, pada saat kejadian angin bertiup lemah ke arah timur. Awan panas guguran tersebut terekam dengan amplitudo tremor mencapai 68 milimeter dan durasi 93,9 detik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa suplai magma di tubuh Gunung Merapi masih berlangsung, sehingga potensi terjadinya awan panas guguran dinilai tetap tinggi.

Aktivitas Guguran dan Gempa Meningkat

BPPTKG mencatat, sejak pagi hingga siang hari, Gunung Merapi mengalami 12 kali guguran lava ke arah barat daya, meliputi wilayah Kali Krasak dan Kali Sat atau Kali Putih. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 1.600 meter.

Selain itu, terekam sebanyak 35 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 2 hingga 23 milimeter dan durasi 46,89 hingga 182,79 detik. Aktivitas kegempaan lainnya berupa 18 kali gempa hybrid, dengan durasi antara 15,49 hingga 33,47 detik.

Baca juga  116 ASN Pemkot Yogyakarta Siap Pensiun, Wali Kota Hasto Titip Pesan: Tetap Produktif dan Dukung Gerakan Mas JOS

Dari sisi meteorologi, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi pada Sabtu pagi terpantau mendung. Suhu udara berada pada rentang 18,3 hingga 20,8 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 83,4 hingga 89,4 persen. Angin bertiup lemah ke arah timur, sementara tekanan udara tercatat berkisar 872,7 hingga 915,42 mmHg.

Secara visual, Gunung Merapi teramati dalam kondisi kabut tipis dengan visibilitas 0-I hingga 0-II. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan tersebut.

Status Siaga Tetap Diberlakukan

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Agus Budi Santosa menegaskan bahwa masyarakat diminta untuk mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona potensi bahaya.

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer, serta sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol,” ujar Agus.

Baca juga  Aksi Spontan Wakil Bupati Kulon Progo Viral, Bantu Ikat Tali Sepatu Paskibraka di Alun-Alun Wates

BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa lahar, awan panas, serta lontaran material vulkanik, khususnya saat terjadi hujan.

Dalam kondisi tertentu, radius dampak lontaran material vulkanik dapat mencapai hingga tiga kilometer dari puncak apabila terjadi letusan eksplosif.

Imbauan Kewaspadaan Berkelanjutan

BPPTKG menegaskan bahwa setiap perubahan signifikan dalam aktivitas Gunung Merapi akan segera disampaikan kepada masyarakat. Pemantauan dilakukan secara intensif dan rekomendasi akan terus diperbarui guna memastikan keselamatan warga di kawasan rawan bencana.

Meski tidak setiap aktivitas erupsi berujung pada bencana besar, rekam jejak Gunung Merapi menunjukkan bahwa awan panas guguran dapat bergerak dengan cepat dan berpotensi menimbulkan risiko serius.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta untuk tetap berada di zona aman, meningkatkan kewaspadaan, serta mengantisipasi kemungkinan gangguan abu vulkanik.

Aktivitas pada Sabtu pagi ini kembali menjadi pengingat bahwa Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.

Baca juga  Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Minggu Malam, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid