FTI UAJY Gelar Seminar Nasional Ergonomi, Bahas Masa Depan Keselamatan Kerja Adaptif di Era Industri Modern

Bagikan :
FTI UAJY menggelar Seminar Nasional Ergonomi 2026 membahas adaptive safety, kesehatan pekerja, dan masa depan keselamatan kerja industri modern.

KabarJawa.com – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Adaptive Safety Futures: Technology, Comfort, and Worker Well-Being” pada Sabtu (23/05/2026) di Ruang Bima, Hotel Sahid Raya Yogyakarta. Kegiatan yang bekerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) ini membahas perkembangan konsep keselamatan kerja modern yang kini semakin menekankan kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan pekerja di tengah kemajuan teknologi industri.

Seminar nasional tersebut menghadirkan Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia, Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja, S.T., M.Sc., PDEng., serta Assistant Production Manager PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Triatmoko Kushidayat, S.T. Diskusi dipandu oleh dosen Departemen Teknik Industri UAJY, Luciani Triani Dewi, S.T., M.T.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri yang ingin memperdalam pemahaman mengenai ergonomi serta penerapan keselamatan kerja adaptif dalam dunia industri masa kini.

Ergonomi Dinilai Penting untuk Produktivitas dan Kesejahteraan Pekerja

Ketua Program Studi Teknik Industri UAJY, Ir. Twin Yoshua R. Destyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., menilai ergonomi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus mendukung kualitas hidup pekerja.

Menurutnya, perkembangan industri modern menuntut perusahaan tidak hanya fokus pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan kondisi manusia yang terlibat di dalamnya.

Baca juga  Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Wonosobo, 21 Bangunan Rusak

“Ergonomi tidak hanya membantu kreativitas dan produktivitas, tetapi juga well-being dari para pekerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ergonomi menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perubahan sistem kerja yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

Seminar Nasional Ergonomi Jadi Upaya Menjaga Kajian Industri Tetap Berkelanjutan

Dekan FTI UAJY, Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP., S.T., M.T., IPU., menyampaikan seminar nasional tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan kajian ergonomi dalam dunia industri dan akademik.

Menurutnya, perkembangan industri yang cepat harus diimbangi dengan penguatan keilmuan ergonomi agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Seminar Nasional Ergonomi merupakan salah satu upaya untuk memanjangkan mata rantai bagaimana kajian keilmuan ergonomi tetap sustain di kajian industri,” ungkapnya.

Selain seminar, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Teknologi Industri UAJY dan Perhimpunan Ergonomi Indonesia. Kerja sama itu difokuskan pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang ergonomi.

Industri Manufaktur Kini Fokus pada Kesehatan Pekerja

Dalam sesi pemaparan materi, Assistant Production Manager PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Triatmoko Kushidayat, menjelaskan bahwa paradigma keselamatan kerja di sektor manufaktur telah mengalami perubahan signifikan.

Baca juga  Tragis, Remaja Kulon Progo Tewas Tersengat Listrik saat Menyalakan Sound System di Rumah

Ia mengatakan, perusahaan saat ini tidak lagi hanya mengejar target minim kecelakaan kerja, tetapi mulai menempatkan kesehatan pekerja sebagai prioritas utama dalam sistem kerja industri.

“Sekarang target kita di manufaktur itu sehat. Jadi bukan safety itu sekadar zero work accident atau zero accident, itu sudah masa lalu. Tapi sekarang adalah sehat,” jelasnya.

Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat akan berdampak langsung terhadap keberlanjutan industri, kualitas kerja, dan kenyamanan tenaga kerja dalam jangka panjang.

Triatmoko juga menilai penerapan sistem keselamatan kerja modern harus mampu menyesuaikan perkembangan teknologi sekaligus memperhatikan kebutuhan manusia sebagai pusat utama aktivitas industri.

Adaptive Safety Dinilai Jadi Pendekatan Keselamatan Kerja Masa Depan

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia, Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja, menyoroti masih tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia. Ia menilai pendekatan keselamatan kerja konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan industri modern.

“Traditional safety itu tidak cukup lagi. Kita harus beralih ke adaptive safety,” tegasnya.

Baca juga  Kepemimpinan Bukan Sekedar Jabatan, Leadership Day 2025 Tekankan Pemimpin yang Menggerakkan Perubahan

Ia menjelaskan bahwa konsep adaptive safety lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan, penguatan sistem kerja yang manusiawi, serta peningkatan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut tidak hanya berbicara soal keamanan fisik pekerja, tetapi juga memperhatikan kondisi mental, kenyamanan kerja, dan kualitas hidup tenaga kerja dalam lingkungan industri.

“Fokusnya bukan hanya pada physical safety, tetapi juga kepada well-being,” ujarnya.

Johanna menambahkan bahwa perubahan pola keselamatan kerja menjadi lebih adaptif penting dilakukan agar industri mampu menciptakan sistem yang berkelanjutan sekaligus responsif terhadap perubahan teknologi dan tantangan kerja di masa depan.

FTI UAJY Dorong Mahasiswa Memahami Tantangan Industri Masa Depan

Melalui seminar nasional ini, FTI UAJY berharap peserta dan mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan ergonomi dan penerapan keselamatan kerja adaptif di berbagai sektor industri.

Selain itu, seminar juga diharapkan mampu membuka pemahaman mengenai tantangan industri masa depan yang semakin mengutamakan integrasi teknologi, kesehatan pekerja, dan keberlanjutan sistem kerja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FTI UAJY dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri untuk menghadirkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja modern.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya