FKY 2025 Resmi Ditutup di Gunungkidul: Catat Transaksi Rp 500 Juta dan Kobarkan Semangat Budaya Yogyakarta

Bagikan :
FKY 2025 resmi ditutup di Gunungkidul dengan transaksi Rp500 juta dan semangat budaya Yogyakarta yang terus menyala.

KabarJawa.com – Langit senja di Lapangan Logandeng, Gunungkidul, menjadi saksi bersejarah bagi berakhirnya Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025.

Dalam suasana haru dan gembira, ribuan warga berkumpul menyaksikan momen penutupan festival budaya terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Diiringi alunan gamelan dan tepuk tangan penonton, FKY 2025 resmi ditutup dengan capaian mengesankan: nilai transaksi ekonomi menembus Rp 500 juta dan partisipasi ribuan pelaku seni serta masyarakat dari berbagai daerah.

Gunungkidul Menjadi Panggung Hidup Kebudayaan

Selama delapan hari penyelenggaraan, Gunungkidul menjelma menjadi ruang hidup kebudayaan rakyat. Desa Logandeng yang sebelumnya tenang berubah menjadi pusat perayaan budaya yang ramai dan hangat.

Gotong royong terlihat di setiap sudut desa. Anak-anak muda sibuk memasang lampion, para ibu menyiapkan jajanan tradisional, sementara bapak-bapak mengatur area parkir hingga larut malam.

Keterlibatan warga ini menegaskan bahwa FKY bukan sekadar festival, melainkan perayaan kebersamaan dan semangat hidup masyarakat.

Lurah Logandeng, Suhardi, tak kuasa menahan rasa bangganya saat menutup acara di atas panggung.

“Atas nama warga Logandeng, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, masyarakat, dan pemerintah yang telah mendukung pelaksanaan FKY 2025. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dari awal hingga akhir. Semoga FKY ke depan semakin baik dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya disambut tepuk tangan panjang.

FKY, Ruang Dialog dan Perjumpaan

Direktur FKY 2025, BM Anggana, menegaskan bahwa festival ini tidak berhenti sebagai pertunjukan seni semata. Lebih dari itu, FKY menjadi ruang dialog dan pertemuan gagasan, nilai, serta manusia.

“Setiap kerja kebudayaan adalah investasi panjang bagi masa depan bangsa. FKY adalah cara kita merawat nilai-nilai kemanusiaan dari bawah, dari tanah, dari warga yang menjaga api kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya,” tegasnya.

Anggana juga menguraikan hasil capaian ekonomi FKY 2025 yang terbilang gemilang. Selama penyelenggaraan di Lapangan Logandeng, transaksi di Pasar Raya Gunungkidul mencapai lebih dari Rp 460 juta.

Baca juga  Gerakan Bersama Lawan Kanker Menguat di DIY, Sri Sultan Tekankan Transformasi dari Layanan ke Partisipasi Publik

Dari jumlah itu, sektor kuliner menyumbang sekitar Rp 332 juta, sementara parkir resmi mencatat Rp 15 juta lebih. Tak hanya di ranah ekonomi lokal, FKY juga mencatat prestasi digital.

“Sebanyak 3,2 juta penayangan tercatat di Instagram, 157 ribu di YouTube, dan ribuan interaksi dari Swedia, Amerika Serikat, hingga Tiongkok. Ini bukti bahwa kebudayaan kita sudah berbicara ke dunia,” jelasnya.

Kolaborasi Warga dan Seniman

FKY 2025 diisi lebih dari 2.500 pelaku seni dan 70 komunitas budaya yang tampil dalam berbagai kegiatan seni, pameran, hingga pertunjukan rakyat. Warga sekitar juga berperan langsung sebagai penyedia makanan, pengrajin, maupun pemandu kegiatan.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi, memuji dedikasi masyarakat Gunungkidul yang secara tulus mendukung penyelenggaraan festival.

“Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi perayaan gotong royong, cinta, dan kesadaran budaya. Dari Gunungkidul kita belajar, bahwa kebudayaan tumbuh bukan karena acara besar, tapi karena hati yang mau menjaga,” tuturnya.

Dian menegaskan bahwa ke depan, FKY tidak hanya akan menjadi agenda tahunan, tetapi strategi besar menanamkan nilai budaya kepada generasi muda. “Kita harus menjaganya agar tetap hidup di tengah arus globalisasi,” katanya.

Baca juga  Rundown Resmi FKY Kulon Progo 2025: Siap Tampil Jathilan hingga Acara Musik

Dorong Ekonomi dan Festival Hijau

Selain menghidupkan panggung seni, FKY juga terbukti menggerakkan roda ekonomi lokal. Lapangan Logandeng disulap menjadi pasar rakyat tempat warga membuka stan kuliner, kriya, dan hasil kerajinan. Setiap malam, ribuan pengunjung berdatangan, menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama panitia. Mereka bekerja sama dengan komunitas Si Bumi Asri dan kelompok wanita tani setempat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, mengubah sampah organik menjadi kompos dan mendaur ulang plastik.

“FKY 2025 berkomitmen menjadi festival hijau yang tidak meninggalkan jejak sampah,” tegas panitia.

Nilai Budaya Sebagai Kompas Bangsa

Dalam penutupan, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suharyanta, menyampaikan pesan mendalam tentang makna kebudayaan bagi masyarakat modern.

“Dalam arus globalisasi yang cepat, kebudayaan harus menjadi kompas kita. Nilai-nilai lokal, kearifan desa, dan semangat gotong royong adalah batu kokoh tempat kita berpijak,” katanya.

Sore itu, suasana penutupan terasa sakral. Lampion-lampion diterbangkan tinggi ke langit, menyimbolkan doa agar api kebudayaan Yogyakarta terus menyala. Alunan gamelan menggema, mengiringi langkah warga yang pulang dengan wajah bahagia dan mata berbinar.

Baca juga  Plengkung Gading Ditutup Total: Kebijakan Konservasi yang Menuai Pro dan Kontra

Festival memang telah usai, namun semangat FKY 2025 akan terus hidup dalam hati masyarakat Gunungkidul, dalam tanah yang subur oleh nilai-nilai budaya, dan dalam setiap jiwa yang percaya bahwa kebudayaan adalah napas kehidupan bangsa.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid