Festival Menyusui di Yogyakarta: Solidaritas untuk Perjalanan Panjang Ibu

Bagikan :
Festival Menyusui Bareng 2025 di Yogyakarta tegaskan pentingnya dukungan keluarga, tenaga medis, dan komunitas bagi ibu menyusui.

KABAR JAWA – Suasana hangat mewarnai Hal Bararah, Gedung Siti Walidah Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta saat ratusan peserta berkumpul dalam Festival Menyusui Bareng bertema “Menyusui adalah Perjalanan, Mari Temani Ibu”.

Acara yang digagas Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) DIY bersama Fakultas Kedokteran UNISA ini menjadi puncak peringatan Pekan Menyusui Dunia (PMD) 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Walau PMD secara global diperingati setiap Agustus, Yogyakarta baru bisa merayakan puncaknya pada September.

Meski begitu, semangat yang dibawa tetap sama: mengingatkan masyarakat bahwa menyusui tidak pernah menjadi perjalanan seorang diri.

Partisipasi Beragam Peserta

Sekitar 150 orang hadir dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu menyusui, ibu hamil, tenaga kesehatan, kader PKK, hingga masyarakat umum.

Keragaman ini menegaskan bahwa isu menyusui merupakan tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas seorang ibu.

Ketua AIMI DIY, dr. Laksmi Nurul Ismira, menekankan pentingnya dukungan bagi para ibu.

“Melalui Festival Menyusui Bareng ini, kami ingin mengingatkan bahwa menyusui bukan hanya perjuangan seorang ibu. Perjalanan ini membutuhkan dukungan penuh dari keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Semoga kegiatan hari ini menjadi penguat semangat bagi para ibu menyusui di Yogyakarta,” ujarnya.

Dukungan Akademisi dan Tenaga Medis

Acara resmi dibuka Dekan Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta, dr. Joko Murdiyanto, Sp.An., MPH., FISQua.

Baca juga  Tidak Mungkin Dilakukan oleh Satu Orang, JCW Desak Kejati DIY Telusuri Aliran Dana Korupsi Bandwidth Sleman

Ia menegaskan bahwa dukungan akademisi dan tenaga medis menjadi kunci keberhasilan ibu menyusui.

“UNISA Yogyakarta bangga bisa menjadi bagian dari perayaan puncak Pekan Menyusui Dunia 2025. Dukungan akademisi, tenaga kesehatan, serta komunitas sangat penting untuk memastikan ibu menyusui mendapatkan informasi yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.

Edukasi dan Konseling

Festival tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana edukasi. Pemutaran video “Perjalanan Menyusui” membuka rangkaian acara, dilanjutkan dengan materi dari dr. Astika Cahyarani, Sp.KKLP., MKM., dosen FK UNISA sekaligus konselor laktasi, yang membahas kesehatan ibu dan anak secara medis.

Sesi berikutnya menghadirkan psikolog PUSPAGA DIY, Oneng Nawaningrum, S.Psi., MA., yang mengupas peran dukungan psikologis bagi ibu agar tidak merasa tertekan dalam proses menyusui.

Diskusi dipandu oleh dr. Rahmi Sofya, MARS., Ketua Divisi Edukasi dan Pelatihan AIMI DIY sekaligus konselor menyusui.

Menyusui Bersama sebagai Simbol

Puncak kegiatan ditandai dengan aksi menyusui bersama, simbol solidaritas antar ibu yang saling menguatkan.

Tak hanya itu, peserta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis, konseling laktasi, serta kesempatan berkonsultasi langsung dengan konselor AIMI DIY.

Baca juga  Situasi Kondusif, Dua Ruas Ringroad Utara Depan Mapolda DIY Dibuka, TNI Turut Berjaga

Suasana semakin meriah ketika doorprize dibagikan di akhir acara, menjadikan festival ini bukan hanya edukatif, tetapi juga penuh kehangatan.

Menyusui Bukan Perjuangan Sendiri

Melalui Festival Menyusui Bareng 2025, AIMI DIY dan UNISA Yogyakarta kembali menegaskan bahwa menyusui adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan penuh dari keluarga, komunitas, hingga tenaga kesehatan.

Festival ini menjadi pengingat bahwa setiap tetes ASI bukan hanya hasil perjuangan seorang ibu, tetapi juga buah dari dukungan bersama.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya