
KabarJawa.com – Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Gereja Paroki Santo Yoseph Medari menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan sebagai bagian dari rangkaian Aksi Puasa dan Pembangunan menyambut Paskah 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gereja Paroki Santo Yoseph Medari, Sleman, Yogyakarta, pada Minggu (1/3/2026) tersebut diikuti oleh 78 peserta dari kalangan umat dan masyarakat sekitar.
Kolaborasi ini melibatkan dosen, dokter, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran UAJY yang terjun langsung memberikan edukasi sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan. Sinergi antara institusi pendidikan dan gereja tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap upaya peningkatan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.
Edukasi Hipertensi: Kenali Risiko dan Cara Pencegahannya
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi bertema “Kenali dan Cegah Hipertensi” yang disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran UAJY, dr. Yurike Yuniar Padiko, MHPE. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara komprehensif mengenai definisi hipertensi, faktor-faktor risiko yang dapat memicu tekanan darah tinggi, hingga gejala yang patut diwaspadai.
Peserta juga mendapatkan penjelasan tentang pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini guna mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari. Edukasi tersebut tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memperkenalkan panduan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep pencegahan hipertensi melalui prinsip CERDIK diperkenalkan sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan. Selain itu, pengendalian tekanan darah tinggi juga dijelaskan melalui prinsip PATUH yang mendorong masyarakat menjalani pemeriksaan rutin serta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Kedua prinsip ini diharapkan menjadi pedoman yang mudah dipahami dan dipraktikkan oleh peserta.
Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh dan Terpadu
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara terpadu. Layanan yang diberikan mencakup pengukuran tekanan darah sebagai deteksi awal hipertensi, pemeriksaan antropometri berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, serta pemeriksaan darah.
Untuk pemeriksaan laboratorium sederhana, peserta mendapatkan pengecekan gula darah, kadar kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh.
Tak hanya itu, peserta juga memperoleh kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter dari berbagai bidang keahlian. Layanan konsultasi melibatkan spesialis anak, spesialis bedah, spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), serta spesialis forensik. Seluruh layanan tersebut didampingi oleh dosen dan mahasiswa kedokteran, sehingga proses pelayanan berlangsung terarah dan edukatif.
Sebagai bagian dari pelayanan komprehensif, peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut juga menerima obat sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter. Pendekatan ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga mendapatkan solusi dan arahan yang tepat untuk tindak lanjut.
Respons Positif dari Peserta
Kegiatan bakti sosial ini mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu umat Paroki Medari, Maria, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Perasaan saya mengikuti acara ini sangat senang karena saya mendapatkan banyak pengetahuan baru. Kegiatan ini juga sangat bagus karena bisa menyadarkan para orang tua maupun generasi muda di sini akan pentingnya menjaga kesehatan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi memang menjadi awal dari banyak penyakit, sehingga melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat semakin meningkat. Secara keseluruhan, pelaksanaannya juga sudah sangat baik,” ujarnya.
Testimoni tersebut mencerminkan manfaat langsung yang dirasakan peserta, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai bahaya hipertensi yang kerap menjadi pemicu berbagai penyakit lain.
Wujud Pelayanan Promotif dan Preventif
Melalui bakti sosial ini, Fakultas Kedokteran UAJY dan Gereja Paroki Santo Yoseph Medari menegaskan komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak semata-mata bersifat kuratif. Edukasi, deteksi dini, serta konsultasi menjadi bagian penting dalam pendekatan promotif dan preventif yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Sinergi antara dunia pendidikan dan institusi keagamaan ini diharapkan dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat semakin luas dan berdampak nyata dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.***