
KabarJawa.com– Kepanikan menyelimuti belasan mahasiswi di salah satu kampus ternama di Kota Jogja saat lift yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti dan menggantung di lantai empat.
Insiden yang terjadi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jalan Kapas ini memaksa tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta turun tangan melakukan evakuasi dramatis.
Mahasiswi Terjebak Lift
Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB, tepat setelah jam perkuliahan usai. Sebanyak 12 mahasiswi memasuki lift dari lantai lima dengan tujuan turun ke lantai dasar.
Namun, di tengah perjalanan, lift mendadak berhenti saat mencapai lantai empat. Suara alarm berbunyi, dan pintu lift terkunci dari luar, membuat para penumpang terjebak tanpa kepastian.
Para mahasiswi yang awalnya santai mendadak panik. Beberapa di antaranya berusaha menenangkan diri, sementara yang lain mencoba mencari bantuan dengan menghubungi pihak luar. Situasi semakin mencekam karena lift tidak menunjukkan tanda-tanda akan kembali beroperasi.
Kepala Seksi Operasional Pengendalian dan Pemadam Damkarmat Kota Yogyakarta, Mahargyo, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut laporan masuk dari pihak kampus setelah upaya evakuasi mandiri tidak membuahkan hasil.
“Betul, ada insiden mahasiswa terjebak lift di UAD Jalan Kapas. Total ada 12 mahasiswi yang terjebak,” ujar Mahargyo.
Sebelum menghubungi Damkarmat, pihak keamanan kampus sempat berupaya melakukan penyelamatan. Petugas keamanan mengetahui kejadian ini melalui pantauan CCTV.
Mereka langsung menuju lokasi dan mencoba membuka pintu lift secara manual. Selama kurang lebih 30 menit, berbagai upaya dilakukan, tapi sistem pengunci lift tidak dapat diakses.
Proses Penyelamatan
Salah satu petugas Damkarmat yang terlibat langsung dalam proses evakuasi, Argo, menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada mekanisme kunci lift yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Awalnya lift dimasuki oleh 12 mahasiswi dari lantai lima. Saat sampai lantai empat, lift berbunyi dan pintunya terkunci dari luar. Pihak kampus sudah mencoba menangani sekitar 30 menit, tetapi kunci lift tidak bisa digunakan,” jelas Argo.
Ketika upaya internal menemui jalan buntu, pihak kampus segera menghubungi Damkarmat Kota Yogyakarta melalui staf kemahasiswaan. Respons cepat pun ditunjukkan oleh tim pemadam.
Hanya dalam waktu sekitar tiga menit setelah menerima laporan, tim Damkarmat tiba di lokasi dengan peralatan lengkap.
Mereka langsung melakukan asesmen singkat dan mengeksekusi pembukaan pintu lift menggunakan alat khusus berupa spreader manual.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan namun terukur. Dalam waktu sekitar 15 menit, petugas berhasil membuka pintu lift yang terkunci dan satu per satu mahasiswi dikeluarkan dalam kondisi selamat.
Momen tersebut menjadi titik lega bagi semua pihak. Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti para mahasiswi yang akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah terkurung cukup lama di ruang sempit.
Argo menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi tidak lepas dari koordinasi cepat antara pihak kampus dan Damkarmat.
Ia juga mengimbau agar pengelola gedung rutin melakukan pengecekan sistem lift guna mencegah kejadian serupa.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi institusi pendidikan dan pengelola gedung untuk memastikan standar keselamatan fasilitas publik selalu terjaga.
Di sisi lain, respons sigap Damkarmat Kota Yogyakarta kembali menunjukkan peran vital mereka dalam situasi darurat yang tidak terduga. (ef linangkung)