
KabarJawa.com – Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Sleman.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat bahwa sepanjang tahun ini telah terjadi lebih dari 94.017 kasus ISPA yang tersebar di berbagai wilayah.
Angka tersebut berasal dari laporan yang dihimpun oleh puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat, dan menjadikan ISPA sebagai salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di daerah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, belakangan dikabarkan telah menuturkan bahwa tren kenaikan kasus ISPA di Sleman cenderung meningkat dari minggu ke minggu.
Rata-rata, jumlah laporan kasus yang diterima mencapai ribuan dalam satu pekan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyebaran penyakit tersebut masih cukup tinggi, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menjaga pola hidup sehat.
Langkah Pencegahan
Dalam kegiatan sosialisasi bertajuk Live Dinas Kesehatan Sleman: Sosialisasi Penyakit Influenza A dan B bagi Masyarakat, pihak Dinkes menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit ISPA.
Kegiatan yang disiarkan langsung pada Selasa, (28/10) itu juga menampilkan materi dari pakar kesehatan paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), yang menjelaskan bahwa infeksi saluran pernapasan seperti flu dan batuk memiliki tingkat penularan yang tinggi.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah pencegahan agar penyebaran penyakit ini dapat diminimalkan.
Menurut penjelasan Prof. Erlina, cara paling sederhana untuk mencegah infeksi saluran napas adalah dengan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari kerumunan.
Selain itu, penting pula untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan asupan gizi, dan beristirahat cukup.
Ia juga menekankan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang lebih serius seperti sesak napas, nyeri dada, atau demam tinggi.
Tindakan cepat dapat membantu tenaga medis memberikan penanganan yang lebih efektif dan mencegah komplikasi.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas apabila sedang mengalami gejala flu atau batuk agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Istirahat yang cukup justru membantu proses pemulihan tubuh dan mempercepat kesembuhan.
Jangan Panik, tapi Tetap Waspada
Dinas kesehatan setempat juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik menghadapi situasi ini. Yang terpenting adalah tetap waspada dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Dengan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah daerah, maka penyebaran ISPA diharapkan dapat ditekan.
Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan Sleman mengajak seluruh warga untuk menjaga diri dan keluarga dari ancaman penyakit saluran pernapasan dengan langkah sederhana namun efektif.
Menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar.***