
KabarJawa.com– Puluhan warga Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan diare yang diduga kuat akibat keracunan makanan.
Peristiwa ini menghebohkan masyarakat setempat setelah sejumlah korban harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan, termasuk menjalani rawat inap di rumah sakit.
Informasi yang beredar menyebutkan para korban mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi jajanan pasar yang dibeli di Pasar Playen.
Dugaan sementara mengarah pada salah satu jenis jajanan tradisional, yakni dawet ayu, yang dijual di salah satu sudut pasar tersebut.
Kondisi Korban Dugaan Keracunan Dawet Ayu
Salah satu korban, M , warga Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, menceritakan kronologi yang dialami keluarganya. Ia menyampaikan bahwa empat anggota keluarganya mengalami gejala keracunan secara bersamaan.
M menjelaskan bahwa pada Senin, 2 Februari, dirinya membeli beberapa jajanan pasar di Pasar Playen. Salah satu jajanan itu ialah dawet ayu. Ia kemudian membawa jajanan tersebut pulang dan mengonsumsinya bersama anggota keluarga.
Pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, M dan keluarganya mulai merasakan gejala tidak biasa. Mereka mengalami mual hebat, muntah, dan diare. Kondisi tersebut memaksa mereka untuk segera mencari pertolongan medis.
Pada Selasa, M dan beberapa anggota keluarganya memeriksakan diri ke Puskesmas. Petugas medis memberikan penanganan awal dan mengizinkan mereka pulang setelah kondisi stabil.
Namun, kondisi M dan anaknya justru memburuk keesokan harinya. Mereka kembali memeriksakan diri ke rumah sakit hingga akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan rawat inap guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah warga Playen lainnya. Mereka melaporkan gejala yang hampir sama setelah mengonsumsi jajanan pasar, khususnya dawet ayu.
Informasi di lapangan menunjukkan bahwa cukup banyak warga Playen membeli jajanan serupa di Pasar Playen dan mengalami kejadian yang sama.
Hingga laporan terakhir, setidaknya sepuluh orang menjalani rawat inap di RS Nur Rohmah, sementara korban lain menjalani perawatan jalan atau sudah boleh pulang.
Petugas kesehatan terus memantau perkembangan kondisi para korban melalui tim Puskesmas Playen 1. Tim medis juga memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Dinas Kesehatan Gunungkidul Turun Tangan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, membenarkan adanya peristiwa dugaan keracunan massal tersebut.
Ia menyatakan bahwa tim surveilans Dinas Kesehatan bersama puskesmas setempat telah bergerak untuk melakukan penelusuran epidemiologi.
Ismono menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, seorang warga membeli enam bungkus dawet di Pasar Playen pada pagi hari tanggal 2 Februari.
Warga tersebut kemudian mengonsumsi dawet bersama anggota keluarganya. Beberapa jam kemudian, seluruh anggota keluarga menunjukkan gejala keracunan.
Tim kesehatan mencatat bahwa kejadian tersebut baru dilaporkan setelah melewati lebih dari dua kali 24 jam. Kondisi ini membuat petugas tidak dapat mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
Meskipun tidak dapat mengambil sampel, Dinas Kesehatan Gunungkidul tetap memprioritaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Tim medis memberikan perawatan terbaik dan tercepat untuk mencegah kondisi korban semakin memburuk.
Ismono menegaskan bahwa langkah cepat ini bertujuan untuk menyelamatkan jiwa warga dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa dugaan keracunan dawet ayu di Pasar Playen ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Dinas Kesehatan mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam membeli dan mengonsumsi jajanan pasar.
Ismono berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama, baik bagi masyarakat maupun para pedagang makanan, agar selalu menjaga kebersihan, keamanan, dan kualitas pangan.
Hingga kini, petugas kesehatan masih terus memantau kondisi para korban dan memastikan situasi tetap terkendali. (ef linangkung)